Sinyal serangan skala besar dari Iran: AS kerahkan EA-37B Compass Call ke Inggris

EA-37B Compass CallUSAF
AS kerahkan pesawat EA-37B Compass Call ke Inggris.

AIRSPACE REVIEW – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di titik yang paling mengkhawatirkan setelah keterlibatan infrastruktur militer Sekutu di Eropa secara terbuka terseret ke dalam panggung konfrontasi utama. Merespons munculnya sinyal serangan skala besar dari Teheran, AS telah mengerahkan pesawat EA-37B Compass Call ke pangkalan udara di Inggris.

Peningkatan suhu politik-militer ini dipicu oleh pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengklaim pesawat pengebom strategis B-1B Lancer AS yang beroperasi dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris, telah digunakan untuk melancarkan gelombang serangan udara beruntun ke wilayah kedaulatan Republik Islam Iran.

Melalui saluran media yang terhubung dengannya, IRGC menilai bahwa penipisan stok dan cadangan rudal jelajah pada kapal-kapal perang Amerika di Samudra Hindia telah memaksa Pentagon mengubah taktik operasinya dengan mengandalkan pesawat pengebom jarak jauh berbasis darat yang diterbangkan langsung dari wilayah Inggris.

Baca Juga: EC-37B Compass Call, pesawat Peperangan Elektronik terbaru Komando Tempur Udara AS

Menganggapi dinamika ini, Kementerian Luar Negeri Iran bersama IRGC melontarkan gertakan keras bahwa seluruh fasilitas dan pangkalan militer mana pun yang memfasilitasi atau digunakan untuk menyerang wilayah Iran secara otomatis ditetapkan sebagai sasaran tembak yang sah bagi kekuatan militer Teheran.

Inggris Siagakan Kekuatan Tempur

Gertakan terbuka yang mengincar pangkalan udara di tanah Inggris tersebut langsung memicu respons cepat dan tegas dari London. Pejabat Pemerintah Inggris menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Inggris saat ini berada dalam kondisi kesiapsiagaan tempur tertinggi untuk membela wilayah kedaulatannya maupun pangkalan sekutu dari segala bentuk potensi ancaman, baik serangan konvensional maupun asimetris.

Militer Inggris menyiagakan sistem pertahanan udara dan rudal berlapis (layered air and missile defense) secara non-stop 24 jam sehari yang memadukan keunggulan taktis Royal Navy di lautan, British Army di darat, serta armada Royal Air Force (RAF) di udara.

Kesiapan ini diperkuat oleh pengalokasian anggaran strategis dalam Rencana Investasi Pertahanan senilai £790 juta (sekitar Rp18,9 triliun) yang difokuskan pada peningkatan sistem proteksi pangkalan dari ancaman rudal dan drone musuh.

Alokasi anggaran ini juga didukung suntikan dana tambahan senilai lebih dari £2 miliar (sekitar Rp47,8 triliun) guna memodernisasi armada jet tempur Typhoon serta menyiagakan kemampuan kontra-drone berteknologi tinggi.

Baca Juga: Peran krusial EC-130H Compass Call dalam Operasi Epic Fury: Melumpuhkan saraf militer Iran

Kedatangan dua unit pesawat peperangan elektronik (EW) paling mutakhir milik Amerika Serikat, EA-37B Compass Call di RAF Fairford menarik perhatian luas. Seperti diketahui, pesawat ini dirancang khusus untuk menggantikan pesawat turboprop EC-130H veteran dengan keunggulan kecepatan, ketinggian jelajah, serta kemampuan stand-off jamming yang jauh lebih presisi.

Compass Call mengemban misi vital untuk melumpuhkan jaringan komunikasi tempur, mengacaukan radar sistem pertahanan udara musuh, sekaligus memetakan intelijen sinyal (ISR) untuk melacak keberadaan pemancar musuh dari jarak aman.

Sinyal Taktis Terakhir

Dalam sejarah rekam jejak doktrin militer Amerika Serikat, penggelaran aset Compass Call ke pangkalan garis depan hampir selalu menjadi sinyal taktis terakhir yang menandai bahwa sebuah penyerangan udara besar-besaran akan dilancarkan dalam waktu dekat.

Pengerahan pesawat pembom B-1B Lancer dan kedatangan pesawat pengacau elektronik EA-37B di Inggris nyatanya hanyalah sebagian kecil dari gelombang pengerahan kekuatan (force buildup) masif yang sedang dilakukan oleh militer AS di seluruh kawasan.

Berdasarkan laporan intelijen dan pelacakan penerbangan, sedikitnya 12 jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron 480 yang berbasis di Spangdahlem, Jerman, telah dipindahkan secara intensif ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania untuk memperkuat pos depan.

Mobilisasi ini juga diiringi oleh pergerakan tim Pasukan Operasi Khusus (SOF) yang diterbangkan langsung dari pangkalan-pangkalan di AS, serta pengerahan darurat lebih dari 150 personel medis militer ke Landstuhl Regional Medical Center di Jerman. Ini adalah sebuah fasilitas medis trauma utama yang biasanya disiapkan untuk menangani prajurit yang terluka dalam pertempuran sengit di Timur Tengah.

Esktremnya pergerakan militer ini semakin selaras dengan pengakuan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa pihaknya sedang mematangkan opsi serangan militer skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Mencermati kehadiran EC-130H Compass Call di Karibia, menebak skenario AS dalam upaya menekan Venezuela

Secara geografis, ancaman serangan langsung dari Iran ke Pangkalan Udara RAF Fairford yang berjarak sekitar 3.800 kilometer memang tampak sulit dijangkau oleh rudal balistik konvensional Iran tanpa memicu benturan terbuka dengan arsitektur pertahanan kolektif NATO.

Namun, para pengamat dan analis militer memperingatkan bahwa ancaman nyata bagi pangkalan di Inggris tersebut kemungkinan besar datang dari taktik perang asimetris. Iran diperkirakan dapat mereplikasi taktik menyerupai Operation Spider Web yang pernah digunakan dalam konflik lain.

Dalam serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan drone kamikaze jarak pendek rahasia yang disembunyikan di dalam truk dekat perimeter pangkalan, atau memanfaatkan kapal-kapal komersial di wilayah perairan luar negeri yang telah dimodifikasi menjadi platform peluncur drone serang.

Kombinasi dari gertakan Iran, pengerahan cepat aset peperangan elektronik canggih EA-37B, penumpukan jet tempur, hingga penyiapan tim medis perang kini secara nyata menempatkan konflik di Timur Tengah pada ambang batas eskalasi paling berbahaya. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *