Langit Darwin memanas, ratusan jet tempur dari 20 negara telah mendarat
RAAFAIRSPACE REVIEW – Langit di wilayah utara Australia mulai memanas bersamaan dengan telah mendaratnya ratusan jet tempur dari 20 negara yang akan berpartisipasi dalam latihan tempur udara multinasional Exercise Pitch Black 2026 pada 20 Juli hingga 7 Agustus.
Burung-burung besi bersenjata tersebut mendarat di Pangkalan Angkatan Udara RAAF Darwin, wilayah utara Benua Australia yang dijadikan sebagai lokasi utama unjuk kebolehan para penerbang tempur dan kru pendukung lainnya, dengan total jumlah personel yang terlibat lebih dari 2.500 orang.
Selain di RAAF Darwin, Exercise Pitch Black tahun ini juga digelar di RAAF Tindal dan RAAF Amberley.
Gelombang Kedatangan Raksasa Udara Global
Salah satu kontingen yang telah tiba dan menarik perhatian adalah Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF). Mereka mengerahkan lima jet tempur F-16 Fighting Falcon serta dua pesawat tanker tangguh KC-330 MRTT (Multi Role Tanker Transport). (The Korea Herald sebelumnya memberitakan bahwa ROKAF mengirimkan enam jet F-16, tiga KC-330, dan tiga C-130 Hercules).
ROKAF mengerahkan lebih dari 100 personelnya dari Wing Tempur ke-20 dan Grup Tempur ke-38. Rombongan ini harus menempuh penerbangan panjang sejauh lebih dari 5.900 km demi mendarat di Darwin.
“Ini adalah ketiga kalinya Korea Selatan berpartisipasi dalam Exercise Pitch Black. Kami sangat antusias bisa berada di Darwin bersama seluruh negara mitra internasional,” ujar Kapten Kin, salah satu pilot ROKAF yang mengaku langsung disambut oleh cuaca hangat khas wilayah utara Australia seperti diberitakan Departemen Pertahanan Australia pada Jumat.
Baca Juga: Jet T-50i TNI AU unjuk gigi di Australia, 100 pesawat tempur terlibat dalam Pitch Black 2026
Tak lama setelah Korea Selatan, giliran Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) yang mendaratkan jet tempur F-16A/B mereka. Menyusul kemudian pesawat angkut berat A400M Atlas milik Angkatan Udara Jerman.
Beberapa kontingen kuat Asia Tenggara dan Timur, termasuk dari Singapura, Jepang, bahkan Indonesia, dikabarkan juga telah mendarat untuk mengisi posisi di garis persiapan.
Perkuat Kerja Sama Kawasan Indo-Pasifik
Komandan Skadron Pasukan Tempur Taktis 302 Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF), Letnan Kolonel Yuta Abe, menegaskan bahwa Latihan Pitch Black merupakan agenda krusial bagi unitnya. Medan latihan di Australia yang menantang dan mendekati realitas dinilai sangat efektif untuk menguji kemampuan taktis mereka.
“Melalui latihan ini, saya berharap kita dapat memperdalam saling pengertian, membangun kemitraan yang lebih kokoh, serta meningkatkan kemampuan inter-operabilitas (kemampuan bekerja sama antarsistem militer). Semua ini demi berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” ungkapnya.
Saat ini, atmosfer di pangkalan militer dipenuhi dengan antusiasme tinggi. Seluruh kru udara sedang memanfaatkan hari-hari terakhir menjelang latihan untuk mengenali ruang udara Australia Utara sekaligus menyusun rencana misi terbang fase pertama.
Bagi masyarakat lokal Darwin yang ingin melihat langsung aksi memukau jet-jet tempur yang berpartisipasi, pihak penyelenggara telah menyiapkan acara khusus.
Atraksi udara terbuka Mindil Beach Flying Display akan digelar pada 23 Juli, disusul dengan acara RAAF Darwin Open Day pada 1 Agustus.
Untuk saat ini, semua pandangan tertuju ke langit Darwin, menyaksikan salah satu konsentrasi kekuatan udara internasional terbesar di dunia dimulai. (RNS)
