Drone tempur Boeing MQ-28 Ghost Bat dan Kratos XQ-58 Valkyrie, siapa lebih unggul?

MQ-28 Ghost Bat dan XQ-58 ValkyrieBoeing, Kratos
MQ-28 Ghost Bat dan XQ-58 Valkyrie.

AIRSPACE REVIEW – Saat ini dua perusahaan Amerika Serikat tengah mengembangkan CCA (Collaborative Combat Aircraft) mutakhir berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk terbang mendampingi pesawat tempur berawak generasi 4,5 dan 5.

Drone tersebut adalah MQ-28 Ghost Bat dan XQ-58 Valkyrie, keduanya mewakili dua desain CCA paling matang secara global.

Dirancang untuk terbang mendampingi jet tempur seperti F-15E, F-35 dan F-22, kedua drone ini bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier).

Siapa Lebih Unggul?

MQ-28 merupakan pesawat nirawak modular yang dapat beroperasi dari landasan pacu konvensional, dengan mengutamakan kemampuan kustomisasi.

Drone tempur yang diproduksi oleh Boeing Australia ini awalnya untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Australia (RAAF) akan pesawat Loyal Wingman untuk mendampingi F-35A mereka.

Drone ini juga sedang ditawarkan secara aktif untuk integrasi global yang lebih luas, termasuk untuk Angkatan Udara AS (USAF) dan Angkatan Laut AS (USN) potensi kontrak dengan militer Jerman (Bundeswehr).

Ghost Bat sendiri telah menyelesaikan lebih dari 150 penerbangan dan sukses menguji pelepasan rudal udara ke udara AIM-120 AMRAAM secara langsung.

Baca Juga: Mengintip masa depan perang udara: Mengapa duet F-15EX dan drone MQ-28 Ghost Bat di Pasifik begitu penting?

Sementara, XQ-58 yang dirancang oleh Kratos Defense ini berdimensi lebih kecil dan lebih murah, berperan sebagai Loyal Wingman yang dapat dikorbankan (attritable).

Valkyrie diluncurkan menggunakan bantuan roket dan mengandalkan parasut untuk pendaratannya, namun kini Kratos juga tengah mengembangkan varian yang dilengkapi sistem roda pendaratan.

XQ-58 dikembangkan untuk Angkatan Udara AS (USAF) dan Korps Marinir AS (USMC), telah sukses diuji terbang bersama dengan F-22 dan F-35B.

Sebagai perbandingan biaya, MQ-28 yang lebih besar dan mampu terbang/mendarat secara konvensional dibandrol per unit 15 juta USD.

Sementara, XQ-58 yang diluncurkan dengan roket/mendarat dengan parasut dan berdimensi lebih kecil ditawarkan dengan biaya per unit 4 juta USD saja.

Untuk jangkauan tempurnya, MQ-28 mencapai 3.700 km, terbang dengan kecepatan maksimum 0,9 Mach.

Sedangkan XQ-58 dengan jangkauan lebih jauh 5.600 km, terbang dengan kecepatan maksimum 0,85 Mach.

Superioritas Berdasarkan Doktrin

Menentukan siapa yang lebih unggul di antara kedua drone tempur ini pada akhirnya sangat bergantung pada doktrin operasi dan strategi pembiayaan yang diadopsi oleh pengguna militer.

MQ-28 Ghost Bat menawarkan keunggulan mutlak dalam hal fleksibilitas modular, kecepatan operasional, dan integrasi konvensional yang matang. Meskipun harganya jauh lebih mahal, kemampuan Ghost Bat untuk membawa muatan sensor canggih dan senjata internal menjadikannya mitra jet tempur yang setara untuk misi-misi intensitas tinggi yang rumit.

Di sisi lain, Kratos XQ-58 Valkyrie memenangkan aspek efisiensi biaya dan ketahanan operasional lewat konsep attritable (siap dikorbankan). Keunggulan Valkyrie terletak pada kemampuan peluncuran tanpa landasan pacu (runway-independent) serta jangkauan terbangnya yang masif, menjadikannya pilihan ideal untuk taktik kawanan (swarming) di teater Pasifik yang luas.

Sebagai kesimpulan, tidak ada pemenang mutlak karena keduanya mengisi celah taktis yang berbeda. Boeing MQ-28 adalah pilihan utama untuk meraih superioritas udara kualitatif tingkat tinggi, sementara Kratos XQ-58 adalah solusi paling pragmatis untuk memenangkan perang kuantitas dengan biaya yang jauh lebih ekonomis. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *