Benteng udara Gedung Putih: Jet Air Force One baru diuji coba dengan kawalan 4 F-22 Raptor
1st Fighter WingAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) memamerkan kesiapan sistem pengawalan udara tertinggi mereka terhadap Air Force One. Dalam serangkaian foto udara yang baru dirilis, jet kepresidenan baru AS tipe VC-25B “Bridge” (berbasis Boeing 747-8i) tampak terbang dalam formasi tempur, dijaga ketat oleh empat jet tempur siluman F-22 Raptor di langit Amerika.
Penerbangan bersama ini merupakan bagian dari uji coba sekaligus latihan ketat bertajuk “HUGE 1” sebagai persiapan menyambut parade udara (flyover) Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli lalu.
Simulasi Benteng Udara Tertinggi
Meskipun penerbangan ini merupakan bagian dari perayaan nasional, formasi yang dibentuk menunjukkan bagaimana simulasi perlindungan udara sesungguhnya bagi pemimpin negara. Foto-foto udara (air-to-air) yang diambil di atas langit Virginia ini memperlihatkan kekuatan udara yang masif.
Jet kepresidenan dengan nomor registrasi militer 25-3300 tersebut dikawal rapat oleh empat F-22 Raptor dari 1st Fighter Wing yang bermarkas di Joint Base Langley-Eustis, Virginia. Unit ini merupakan skadron elite pertama USAF yang mengoperasikan Raptor dan memegang tanggung jawab utama atas superioritas serta pertahanan ruang udara Amerika Serikat.
Latihan tersebut dilaksanakan untuk memvalidasi prosedur, menyamakan kecepatan, dan memastikan koordinasi taktis pengawalan berjalan sempurna.
Menguji Kesiapan VC-25B Bridge
Pesawat yang dikawal ketat ini adalah VC-25B Bridge. Jet raksasa ini dihadirkan oleh USAF untuk memperkuat armada transportasi kepresidenan, selagi program utama pengembangan dua unit VC-25B permanen yang akan menjadi Air Force One generasi berikutnya masih dalam tahap perakitan akhir.
Pesawat yang awalnya merupakan jet bisnis Boeing 747-8i sumbangan dari Kerajaan Qatar ini telah dirombak total. Struktur bodi pesawat diperkuat, dan teknologi elektronik serta sistem komunikasinya diupgrade ke tingkat militer tertinggi agar kebal dari berbagai ancaman.
Saat ini, pesawat tersebut sedang dalam fase penerbangan komisioning (commissioning flights) guna menguji seluruh sistem navigasi dan keamanan sebelum nantinya siap mengangkut Presiden Amerika Serikat.
Tampilan Baru yang Mencolok
Selain aspek pengawalan yang super ketat, jet kepresidenan baru ini juga mencuri perhatian lewat penampilannya.
Berbeda dengan skema warna biru-putih klasik yang sudah digunakan sejak era 1960-an, VC-25B Bridge menggunakan perpaduan warna merah, putih, dan biru yang terinspirasi langsung dari bendera Amerika Serikat.
Setelah sukses menjalani uji coba formasi pengawalan ini, kelima pesawat tempur tersebut langsung mengambil bagian dalam parade udara resmi di atas Washington D.C. Penerbangan ini sekaligus menandai dimulainya perayaan America 250, menyambut 250 tahun kemerdekaan negara tersebut.
Kombinasi antara Boeing kepresidenan terbaru dan kawalan empat jet siluman paling mematikan di dunia ini menjadi bukti kesiapan USAF dalam membangun “benteng udara” yang tak tertembus untuk masa depan Gedung Putih. (RNS)
