Saudia membantah telah memasok lima pesawat berbadan lebar Boeing 777-200ER ke Iran
Mark Harkin/WikimediaAIRSPACE REVIEW – Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, secara resmi membantah keterlibatan langsung mereka dalam isu transfer lima pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777-200ER ke maskapai Iran, Mahan Air.
Isu sensitif ini mencuat setelah sejumlah laporan intelijen penerbangan memublikasikan foto-foto yang menunjukkan setidaknya dua dari lima armada Boeing 777 eks-Saudia tersebut telah mendarat di Bandara Mehrabad, Teheran, untuk menjalani proses refurbishment.
Pihak Saudia menyatakan seluruh pesawat bermesin ganda turbofan General Electric GE90 tersebut sebenarnya telah resmi dijual pada 7 Juni 2023 kepada perusahaan asing di luar yurisdiksi Kerajaan Arab Saudi.
Kesepakan Komersial yang Legal
Melalui rilis resminya, Saudia menegaskan bahwa transaksi dua tahun lalu itu murni kesepakatan komersial standar yang legal, dan sejak dokumen transfer kepemilikan ditandatangani, mereka tidak lagi memiliki hubungan operasional maupun hukum atas armada tersebut.
Langkah investigasi dari pengamat penerbangan regional mengungkapkan bahwa Iran memanfaatkan jaringan broker pihak ketiga, perusahaan cangkang (shelf companies), serta jalur transit di Uni Emirat Arab dan Oman untuk mengelabui embargo ketat Amerika Serikat.
Operasi penyelundupan pesawat sipil ini terdeteksi ketika salah satu pesawat dengan registrasi sementara C5-ECI terpantau lepas landas dari Muscat, Oman, dan langsung mematikan transponder tak lama setelah memasuki ruang udara Iran.
Bagi maskapai Mahan Ai r—yang masuk dalam daftar sanksi OFAC AS karena dituding menjadi tulang punggung logistik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)— akuisisi Boeing 777-200ER sangat krusial untuk mendongkrak kapasitas angkut muatan berat jarak jauh.
Kasus infiltrasi pesawat buatan barat eks-Saudia ini bukan yang pertama, setelah sebelumnya pada pertengahan 2025 lalu, Mahan Air juga menerima tiga unit Boeing 777-200ER bekas milik Singapore Airlines dan NokScoot melalui skema rantai kepemilikan yang tidak diumumkan secara resmi. (PN)
