Ukraina melakukan nego lisensi produksi rudal jelajah SCALP EG dari Prancis

Zelensky membubuhkan tanda tangan pada rudal SCALP EGUkraine MoD
Zelensky membubuhkan tanda tangan pada rudal SCALP EG.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Ukraina tengah melakukan negosiasi intensif dengan Prancis untuk mendapatkan lisensi produksi rudal jelajah jarak jauh SCALP EG di dalam negeri.

Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kapabilitas serangan jarak jauh Angkatan Bersenjata Ukraina secara mandiri di tengah konflik dengan Rusia yang masih terus berlangsung.

Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengatakan Presiden Volodymyr Zelensky telah melakukan pembicaraan yang sangat konstruktif dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait rencana tersebut.

Saat ini, pembicaraan masih terus berjalan secara intensif, baik dengan pemerintah Prancis maupun dengan pihak perusahaan manufaktur demi memfinalisasi detail-detail kesepakatan yang tersisa.

Upaya kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Letter of Intent atau surat pernyataan kehendak mengenai produksi senjata bersama yang telah ditandatangani oleh Ukraina dan Prancis pada awal Februari lalu.

Nota kesepahaman tersebut menjadi fondasi kuat bagi proyek kolaborasi pertahanan antar kedua negara.

Komitmen untuk memperluas perjanjian lisensi ini juga sejalan dengan dukungan para pemimpin G7, yang sebelumnya menyatakan kesiapan mereka untuk membantu meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh pasukan Ukraina.

Karakteristik dan Ketangguhan Rudal SCALP EG

Rudal SCALP EG milik Prancis dan Storm Shadow milik Inggris pada dasarnya merupakan sistem persenjataan yang sama.

Rudal jelajah berbasis udara ini awalnya dikembangkan bersama oleh Matra dan British Aerospace pada akhir era 1990-an, dan saat ini diproduksi oleh konsorsium pertahanan MBDA.

Senjata ini dirancang khusus dengan panjang 5,1 meter dan berat total mencapai 1.300 kilogram.

Dengan dibekali hulu ledak seberat 450 kg, rudal ini memiliki fungsi utama untuk menembus pertahanan udara musuh yang ketat serta menghancurkan target tetap bernilai tinggi, seperti bunker beton yang diperkeras.

Ketangguhan rudal SCALP EG telah terbukti secara nyata di medan tempur. Belum lama ini, rudal jenis ini dilaporkan berhasil menghantam basis batalion dukungan komunikasi dan radio-teknis Angkatan Bersenjata Rusia yang berada di Pangkalan Udara Taganrog-Central.

Melalui rencana produksi massal rudal SCALP EG secara mandiri di bawah lisensi resmi ini, Ukraina berharap dapat menjaga kontinuitas pasokan amunisi taktisnya serta mempercepat rantai logistik pertahanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengiriman unit jadi dari negara-negara Barat. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *