VC-25A Air Force One tidak langsung pensiun, walau VC-25B sudah siap digunakan Trump
USAFAIRSPACE REVIEW – Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, VC-25A Air Force One, tidak akan langsung dipensiunkan walau pesawat baru VC-25B Bridge sudah siap digunakan oleh Presiden Donald Trump.
Pernyataan ini disampaikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) selaku operator pesawat yang digunakan oleh orang nomor satu di Negeri Paman Sam, sekaligus mengklarifikasi rumor yang berkembang bahwa VC-25A akan segera dihentikan penggunaannya.
Ditambahkan bahwa pesawat bercorak biru-putih tersebut masih akan digunakan untuk misi-misi mendatang.
Seperti diketahui, VC-25B yang berbasis pesawat Boeing 747-8 Intercontinental hadiah dari Kerajaan Qatar kepada AS, telah dilengkapi dengan sistem komunikasi dan keamanan canggih sebagai The Flying White House.
Awal Simpang Siur Informasi
Keberatan dan kebingungan publik terkait status VC-25A bermula setelah perjalanan terbaru Presiden Donald Trump ke Prancis pada pertengahan Juni 2026.
Para ajudan Gedung Putih menyebut misi tersebut sebagai “perjalanan terakhir” bagi pesawat ikonik tersebut.
Hal itu langsung ditafsirkan oleh media dan pencinta penerbangan sebagai tanda pensiunnya sang jet.
Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, sempat mengunggah foto pesawat VC-25A tersebut di akun X miliknya.
Ia menulis, “Well done, good and faithful servant. The Last Ride” (Kerja bagus, hamba yang baik dan setia. Perjalanan Terakhir).
Dan Scavino, Wakil Kepala Staf Gedung Putih, juga memberikan penghormatan serupa melalui video, berterima kasih atas masa bakti pesawat yang telah melayani para presiden AS selama 35 tahun terakhir.
Meski kemungkinan telah menyelesaikan penerbangan terakhirnya dalam membawa Presiden AS ke luar negeri, Boeing 747 veteran ini secara praktis belum dipensiunkan.
Pesat tersebut tetap dalam status operasional dan siap kembali ke langit kapan pun dibutuhkan sebagai peran strategis, mengingat Pentagon tengah menghadapi keterlambatan signifikan dalam program pesawat pengganti.
Tiga Dekade Melayani Gedung Putih
Masuk dinas sejak tahun 1990 pada masa pemerintahan George H. W. Bush, pesawat bernomor 29000 ini, bersama kembarannya bernomor 28000, telah menerbangkan seluruh Presiden AS selama tiga setengah dekade terakhir dan menjadi saksi berbagai momen sejarah politik global.
Penundaan pensiun ini berkaitan langsung dengan masalah pada program VC-25B, proyek modifikasi Boeing 747-8 Intercontinental yang dirancang untuk menggantikan armada saat ini.
Program baru tersebut awalnya ditargetkan beroperasi pada 2024, tetapi serangkaian kendala —termasuk integrasi sistem komunikasi canggih, masalah rantai pasok, dan kekurangan tenaga ahli bersertifikasi keamanan— membuat jadwal mundur hingga akhir dekade ini.
Akibat penundaan tersebut, proyek ini membengkak dan menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi Boeing. Laporan terbaru memprediksi pesawat VC-25B pertama baru bisa dikirim pada tahun 2028.
VC-25 Bridge Sebagai Solusi
Guna menyiasati keterlambatan ini, Pemerintah AS mengambil langkah alternatif sementara dengan membeli sebuah Boeing 747-8 VIP yang sebelumnya dioperasikan oleh Qatar.
Pesawat yang dimodifikasi ini dikenal secara informal sebagai “VC-25 Bridge“, yang akan bertindak sebagai pesawat kepresidenan sementara untuk melengkapi armada saat ini sampai proyek utama VC-25B siap sepenuhnya.
Pesawat transisi “Bridge” tersebut telah menyelesaikan modifikasi awal di Texas dan telah dipindahkan ke Pangkalan Udara Andrews, pusat operasional utama dari armada kepresidenan AS.
Hingga pesawat pengganti siap beroperasi penuh, dokumen perencanaan Angkatan Udara AS menegaskan bahwa armada VC-25A yang ada saat ini akan terus menjalani program perawatan intensif demi menjaga keandalan dan keamanannya.
Dengan demikian, meski Gedung Putih telah menyampaikan perpisahan simbolis, Boeing 747 Air Force One yang bersejarah ini masih tetap siap mengangkasa dan menjalankan tugas negaranya. (RNS)
