Su-34 Rusia lancarkan serangan terhadap pusat kendali drone Ukraina dengan bom FAB-500 dan FAB-1500

Pengebom-tempur Su-34 RusiaRussian MoD
Pengebom-tempur Su-34 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Pesawat pengebom-tempur multifungsi Angkatan Dirgantara Rusia, Su-34 (NATO: Fullback), sukses melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap titik-titik pangkalan dan kendali drone pasukan Ukraina di wilayah Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Serangan tersebut menggunakan bom udara jenis FAB-500 dan FAB-1500, Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu, 20 Juni 2026, melaporkan.

“Di permukiman Dobropolye dan Kucherov Yar di DPR, para pilot berhasil menghancurkan titik-titik kendali UAV (pesawat tanpa awak) milik dua brigade terpisah dari Garda Nasional Ukraina dengan menggunakan bom udara FAB-500,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Selain itu, posisi penempatan sementara dari Brigade Airmobile Terpisah ke-81 Angkatan Bersenjata Ukraina yang berada di desa Nikolayevka, DPR, juga menjadi sasaran tembak.

Wilayah tersebut dihantam oleh tiga bom udara FAB-1500 yang telah dilengkapi dengan modul perencanaan dan koreksi universal (UMPC/sayap pemandu pintar).

Seluruh Target Hancur Luluh Lantak

Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh target operasi tersebut berhasil dihancurkan.

Keberhasilan serangan ini dikonfirmasi melalui rekaman pemantauan objektif yang diambil oleh pesawat tanpa awak di lokasi kejadian.

Videon rekaman yang diambil oleh drone dari udara memperlihatkan, gelombang kejut dari pengeboman-pengeboman masif itu, menunjukkan dahsyatnya serangan.

Bom Berdaya Ledak Tinggi

Bom FAB-500 dan FAB-1500 merupakan bagian dari keluarga bom udara berdaya ledak tinggi (Fugasnaya Aviatsionnaya Bomba) warisan era Uni Soviet yang hingga kini menjadi andalan militer Rusia.

Angka yang digunakan pada bom tersebut, menandakan bom berada di kelas bobot 500 kg dan FAB-1500 kg (1,5 ton).

Secara fungsi, FAB-500 merupakan bom serbaguna yang sangat efektif untuk menghancurkan fasilitas industri, jaringan logistik, hingga konsentrasi personel di lapangan.

Sementara FAB-1500 yang berukuran jauh lebih besar sengaja dirancang untuk meremukkan target yang sangat diperkuat, seperti bunker pertahanan bawah tanah atau kompleks bangunan beton yang sulit ditembus oleh bom biasa.

Bom Bodoh Diubah Menjadi Bom Pintar

Pada awalnya, kedua jenis bom ini hanyalah bom konvensional tanpa pemandu atau “bom bodoh” yang menuntut pesawat pengangkutnya seperti Su-34 untuk terbang langsung di atas target agar bisa menjatuhkannya dengan akurat.

Namun, efektivitas bom-bom ini meningkat drastis dalam konflik modern berkat integrasi modul sayap dan pemandu pintar yang disebut UMPK (Universal Planning and Correction Module).

Ketika dipasangi modul UMPK, bom FAB yang tadinya jatuh bebas berubah menjadi bom luncur (glide bomb) pintar yang memiliki sistem navigasi satelit dan inersia sendiri.

Transformasi teknologi ini membawa perubahan taktik yang sangat besar di medan tempur karena pesawat peluncur kini bisa melepaskan bom dari jarak aman sekitar 50 hingga 70 km sebelum mencapai target.

Hal ini membuat pilot dan jet tempur Rusia tetap berada di luar jangkauan sistem pertahanan udara musuh, sekaligus memastikan hantaman bom tetap presisi dan menghasilkan daya hancur yang luar biasa di garis depan. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *