Ruta, rudal jelajah turbojet buatan Belanda untuk Ukraina: Kebal pengacak sinyal
Militarnyi/Mikhail KokorichAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Belanda secara resmi berkomitmen mendanai produksi massal rudal jelajah turbojet “Ruta” untuk disumbangkan kepada Ukraina.
Paket bantuan militer ini mencakup pembiayaan sekitar 700 unit rudal yang akan diproduksi langsung di wilayah Belanda.
Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, usai mengunjungi fasilitas manufaktur milik perusahaan Destinus di Belanda, tempat rudal-rudal tersebut dirakit.
Fedorov mengatakan, rudal serangan jarak menengan Ruta akan digunakan Ukraina untuk mengincar jalur pasokan logistik militer Rusia.
“Ini adalah bukti nyata dari pertahanan generasi masa depan,” ujarnya.
Dikembangkan dalam Tiga Varian
Rudal berbasis drone-missile (rudal-drone) Ruta dikembangkan dalam tiga versi berbeda.
Dalam kunjungan tersebut, Fedorov diperlihatkan varian Ruta Block 1, yang memiliki kemampuan menghantam target militer stasioner (tetap) hingga jarak 300 km.
Rudal ini mampu membawa hulu ledak atau beban muatan (payload) seberat 150 kg.
Salah satu keunggulan utama dari sistem rudal bersayap Ruta adalah kemampuannya terbang rendah mengikuti kontur medan bumi (terrain-following flight) guna menghindari radar lawan.
Selain itu, rudal ini dilengkapi sistem navigasi canggih yang kebal terhadap gangguan sinyal atau pengacak GPS (GNSS jamming) serta menggunakan sistem pemandu terminal yang telah diprogram sebelumnya.
Ditenagai Mesin Turbojet Efisien
Rudal Ruta ditenagai dengan mesin turbojet mikro baru berkode T150. Mesin ini dirancang dengan prinsip minimalis namun menawarkan efisiensi tinggi di kelasnya.
Mesin ini menghasilkan gaya dorong sebesar 150 kgf pada kecepatan rotor 57.800 rpm.
T150 juga mampu menghasilkan daya listrik mandiri sebesar 1,5 kW. Daya ini cukup untuk menyuplai energi seluruh sistem elektronik internal rudal selama terbang, sehingga tidak membutuhkan generator tambahan yang bisa memperberat bobot rudal.
Sementara untuk sistem pemandu presisi tingginya, para pengembang memanfaatkan adopsi teknologi mutakhir asal Spanyol.
Langkah Belanda mendanai ratusan rudal penjelajah presisi tinggi ini diprediksi bakal menjadi babak baru dalam meningkatkan intensitas serangan jarak menengah Ukraina ke area-area vital di belakang garis pertahanan Rusia. (RNS)
