MBDA siap dukung Ukraina kembangkan rudal jelajah jarak jauh Neptune-2

Neptune MissileAFU
Rudal Jelajah Neptune Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – MBDA, produsen sistem rudal terkemuka asal Eropa, siap mendukung Ukraina dalam pengembangan rudal jelajah domestik mereka, Neptune-2.

Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas kemampuan serangan jarak jauh (deep strike) Ukraina agar mampu menjangkau target lebih jauh di dalam wilayah musuh.

Kemitraan strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara MBDA dan biro desain persenjataan negara Ukraina, LUCH.

Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela pameran pertahanan internasional Eurosatory di Paris.

Kejar Inovasi Mutakhir

Dalam pernyataan resminya, MBDA menyebutkan bahwa kedua belah pihak akan mengejar inovasi mutakhir untuk melahirkan Neptune-2, sistem rudal generasi terbaru yang dioptimalkan untuk serangan jarak jauh yang presisi.

“Sebagai pemimpin Eropa dalam sistem persenjataan kompleks, MBDA memiliki teknologi, keahlian, dan kemitraan lintas batas yang diperlukan untuk memasok teknologi serangan jarak jauh rancangan Eropa bagi negara mitra,” tulis MBDA dalam siaran persnya.

Di sisi lain, Biro Desain LUCH Ukraina membawa modal penting berupa rekam jejak, keahlian praktis, serta pengalaman langsung dalam merancang, mengintegrasikan, dan memproduksi sistem senjata terpadu.

Alutsista Paling Ikonik Ukraina

Rudal R-360 Neptune merupakan salah satu alutsista paling ikonik milik Ukraina sejak konflik dengan Rusia pecah.

Dikembangkan dari basis desain era Soviet, rudal ini awalnya dirancang sebagai rudal antikapal dan mencuri perhatian dunia setelah berhasil menenggelamkan kapal penjelajah utama Rusia, Moskva, di Laut Hitam pada April 2022.

Seiring berjalannya waktu, Ukraina telah memodifikasi rudal ini menjadi versi serangan darat (land-attack) jarak jauh yang dikenal sebagai Long Neptune dengan jangkauan mencapai 1.000 km dan hulu ledak yang lebih berat (260 kg).

Melalui keterlibatan MBDA, produsen rudal jelajah canggih seperti Storm Shadow dan SCALP, proyek Neptune-2 diharapkan dapat mengadopsi teknologi barat yang mutakhir.

Pengamat militer menilai kerja sama ini berpotensi meningkatkan kemampuan siluman (stealth) rudal agar sulit dicegat pertahanan udara musuh, memperbarui sistem pemandu (guidance system) berbasis inframerah, serta menggunakan hulu ledak canggih untuk menembus target-target yang dibentengi dengan kuat (bunker-buster). (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *