Jet Su-24M Ukraina jatuh dalam kecelakaan fatal, armada rudal Storm Shadow kian menyusut

Su-24M Angkatan Udara UkrainaMil.gov.ua
Su-24M Angkatan Udara Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Ukraina membenarkan kehilangan satu unit jet pembom taktis Su-24M akibat kecelakaan fatal yang terjadi pada Selasa malam, 16 June 2026.

Kecelakaan di wilayah Khmelnytskyi, Ukraina bagian barat ini, menyebabkan kedua awak pesawatnya gugur dan menjadi pukulan telak bagi armada udara Kiev yang kian terbatas.

Kedua korban meninggal diidentifikasi sebagai pilot Mayor Bohdan Zaharulko dan navigator Letnan Satu Bohdan Babenko.

Militer Ukraina memastikan kedua kru gugur saat menjalankan misi dan tidak ada korban jiwa lain dari kalangan warga sipil di area jatuhnya pesawat.

Hingga saat ini, otoritas militer Ukraina masih melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Brigade Penerbangan Taktis ke-7 “Petro Franko”

Pesawat yang jatuh diketahui dioperasikan oleh Brigade Penerbangan Taktis ke-7 “Petro Franko” yang berbasis di Starokostiantyniv.

Pangkalan udara ini merupakan salah satu instalasi paling strategis di Ukraina yang kerap menjadi target serangan rudal dan drone Rusia karena perannya sebagai pusat operasi serangan jarak jauh.

Meskipun Su-24M merupakan pesawat rancangan era Perang Dingin oleh Uni Soviet, Ukraina telah memodifikasi jet ini agar mampu mengusung persenjataan modern presisi tinggi pasokan dari negara-negara Barat.

Jet pembom Su-24 adalah platform utama yang digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah Storm Shadow bantuan dari Inggris dan rudal SCALP-EG dari Prancis.

Dampak pada Kemampuan Ofensif Ukraina

Dengan kemampuan mengusung rudal berdaya jangkau lebih dari 250 km tersebut, armada Su-24M Ukraina selama ini sukses menghantam target-target vital Rusia, mulai dari pusat logistik, gudang amunisi, pos komando, hingga infrastruktur militer di wilayah pendudukan dan Semenanjung Krimea.

Sebelum operasi militer skala penuh Rusia dimulai pada tahun 2022, jumlah armada Su-24 Ukraina dilaporkan sudah relatif kecil, hanya berkisar beberapa puluh unit yang beroperasi.

Tingginya intensitas pertempuran, keausan suku cadang akibat usia pakai yang telah mencapai puluhan tahun, serta kendala perawatan yang rumit di tengah situasi perang membuat jumlah pembom operasional ini semakin menyusut drastis.

Kehilangan ini terjadi di tengah fase transisi Angkatan Udara Ukraina yang mulai mengintegrasikan jet tempur F-16 pasokan dari NATO dan menanti kedatangan jet Mirage 2000 dari Prancis.

Kendati demikian, jet-jet tua peninggalan Soviet seperti MiG-29, Su-27, dan khususnya Su-24M, tetap memegang peranan krusial yang belum tergantikan dalam misi serangan jarak jauh Ukraina saat ini. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *