Kompetisi jet latih UJTS Angkatan Laut AS kini menyisakan dua kandidat: Textron dan Sierra Nevada
SNCAIRSPACE REVIEW – Kompetisi jet latih bagi Angkatan Laut AS yang dikenal sebagai program UJTS (Undergraduate Jet Training System) kini hanya menyisakan dua kandidat, yaitu Textron/Leonardo Italia dan Sierra Nevada Corporation (SNC).
Semula kompetisi ini diiukit oleh empat perusahaan, termasuk dua raksasa dirgantara AS, Boeing dan Lockheed Martin.
Boeing Defense telah mengundurkan diri pada 12 Juni 2026, sedangkan Lockheed Martin menarik diri lebih awal pada bulan April 2026.
Dalam program UJTS tersebut Boeing Defense menawarkan T-7N, pesawat berbasis dari jet latih T-7A Red Hawk. Sementara Lockheed Martin mengajukan T-50N yang mengambil platform dari T-50 buatan KAI Korea Selatan.
Dua kandidat yang tersisa, Textron/Leonardo menawarkan jet latih M-346N (berbasis Leonardo M-346 Master) dan SNC dengan pesawat baru sama sekali yang masih dalam pengembangan, dinamai Freedom Trainer.
Sistem Pelatihan Terintegrasi
Program UJTS sendiri diluncurkan untuk menggantikan armada McDonnell Douglas T-45 Goshawk yang sudah tua yang selama ini digunakan untuk melatih pilot Angkatan Laut (USN) dan Korps Marinir (USMC).
Permintaan Proposal (Request for Proposals/RFP) final telah dirilis pada Maret 2026, dengan batas waktu pengajuan penawaran dari industri pada Juni 2026 dan pemberian kontrak kepada pemenang diperkirakan pada Maret 2027.
Program UJTS ini bukan hanya tentang pesawat baru. Angkatan Laut sedang mencari sistem pelatihan terintegrasi yang mencakup simulator, jaringan, dan lingkungan pelatihan langsung-virtual-konstruktif.
Melatih Calon Pilot F-35C dan F/A-XX
Kehadiran jet latih baru ini guna mempersiapkan pilot tempur baru dengan lebih baik dan lancar untuk beralih ke jet tempur generasi ke-5 seperti F-35C Lightning II dan platform masa depan generasi ke-6 F/A-XX.
Pengembangan dan produksi awal armada UJTS diharapkan dapat menggantikan sekitar 200 unit T-45 dan mendukung pelatihan pilot Angkatan Laut dan Korps Marinir selama beberapa dekade ke depan.
Salah satu aspek menarik dari program UJTS ini adalah pesawat latih baru tersebut tidak akan diperlukan untuk melakukan pelatihan kualifikasi kapal induk. Artinya, lelatihan hanya berbasis landasan darat saja dan simulator. (RBS)
