Negara yang dirahasiakan memesan 11 F-35, kontrak awal ditanggung oleh Angkatan Laut AS

F-35 USAF _ DVIDSDVIDS
F-35A USAF.

AIRSPACE REVIEW – Departemen Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi telah memberikan kontrak awal senilai 154 juta USD (sekitar Rp2,51 triliun) kepada Lockheed Martin.

Kontrak tersebut dialokasikan untuk memulai pengadaan komponen bermasa tunggu lama (long-lead components) bagi pesanan 11 unit jet tempur siluman generasi kelima, F-35 Lightning II.

Menariknya, kesebelas jet tempur canggih tersebut tidak ditujukan untuk militer Amerika Serikat, melainkan dialokasikan untuk pelanggan luar negeri yang nama negaranya dirahasiakan (undisclosed customer), catat Defence Blog dalam pemberitaannya.

Langkah Awal Krusial untuk Produksi Pesawat

Sistem pengadaan komponen bermasa tunggu lama, merupakan tahap awal yang sangat krusial dalam lini produksi F-35.

Langkah ini memastikan suku cadang dan material kritis yang membutuhkan waktu pembuatan paling lama sudah tersedia, sebelum perakitan akhir badan pesawat dimulai.

Hingga saat ini, baik pihak Lockheed Martin maupun Pentagon belum memberikan rincian mengenai negara mana yang menjadi pembeli misterius di balik kontrak tersebut.

Demikian juga varian F-35 yang dipesan tidak dirinci, apakah varian A, B, atau C.

Telah Dioperasikan 17 Negara

Program jet tempur F-35 terus berkembang menjadi pilar utama kekuatan udara bagi AS dan para sekutu globalnya.

Dengan lebih dari 17 negara yang telah berpartisipasi dan mengoperasikan jet siluman ini, kesepakatan terbaru tersebut semakin menegaskan tingginya permintaan pasar internasional terhadap F-35.

Keunggulan teknologi kedirgantaraan maupun taktis militer milik Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global memberikan penekanan tersendiri pada minat calon pengguna untuk mengakuisisi jet ini.

Rekor Terbesar Pengiriman Tahun 2025

Berdasarkan data resmi terakhir yang dirilis oleh Lockheed Martin, total jet tempur F-35 Lightning II yang telah diproduksi dan diserahkan kepada pelanggan global hingga saat ini telah melampaui 1.300 unit. Lebih rinci lagi, per awal tahun 2026 jumlahnya berada di kisaran 1.325+ unit.

Rekor pengiriman terbesar F-35 terjadi di tahun 2025. Pada tahun tersebut Lockheed Martin berhasil mengirimkan 191 unit F-35 dalam satu tahun.

Jumlah ini melonjak drastis karena mereka harus menyelesaikan tumpukan antrean (backlog) jet yang sempat tertahan di pabrik akibat penyempurnaan peningkatan perangkat lunak Technology Refresh 3 (TR-3) pada tahun 2023–2024.

Produksi 156 Pesawat Per Tahun

Setelah antrean tersebut berhasil dibersihkan, Lockheed Martin kini mempertahankan ritme produksi stabil di angka 156+ unit pesawat per tahun.

Seluruh armada F-35 yang tersebar di belahan dunia juga telah melewati tonggak sejarah besar dengan mencatatkan total lebih dari 1 juta jam terbang.

Saat ini, F-35 menjadi jet tempur siluman dengan jumlah populasi terbanyak di dunia, mengungguli semua jet generasi kelima lainnya.

F-35 terus diadopsi oleh semakin banyak negara sekutu AS untuk memperkuat lini pertahanan udara mereka. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *