Prototipe uji terbang Su-75 Checkmate mulai dibuat, berbeda dengan desain awal
Via Reddit AIRSPACE REVIEW – Rusia telah memulai pembuatan prototipe jet tempur siluman Su-75 Checkmate yang didesain ulang, menandai transisi dari model konsep menjadi pesawat uji terbang.
Hal tersebut diungkapkan Vadim Badekha, CEO PJSC United Aircraft Corporation (bagian dari Rostec), seperti diberitakan oleh TASS pada 2 Juni 2026.
Bagi Moskow, pengembangan Su-75 ini sangat relevan, karena Rusia telah absen dari pasar jet tempur bermesin tunggal modern selama beberapa dekade.
Akan Bersaing dengan F-35
Di kelas jet tempur ringan generasi kelima, Su-75 akan bersaing langsung dengan Lockheed Martin F-35 Lightning ll dari Amerika Serikat, yang saat ini merajai pasar kelas tersebut.
Su-75 yang juga dikenal di Rusia sebagai proyek LTS (Legky Taktichesky Samolyot atau Pesawat Taktis Ringan) ini, diposisikan di bawah Su-57 Felon bermesin ganda yang lebih berat.
Checkmate dirancang sebagai jet tempur siluman yang lebih ringan dan terjangkau. Pesawat mampu melakukan pertahanan udara, serangan taktis, dan misi multiperan dengan biaya operasional lebih rendah.
Konfigurasi mesin tunggalnya dapat mengurangi kebutuhan perawatan dan biaya siklus hidup, tetapi juga menempatkan kepentingan yang lebih besar pada keandalan mesin, integrasi sistem, dan kualitas produksi.
Seperti halnya Su-57, konsep Su-75 didasarkan pada pengurangan jejak radar, pengangkutan senjata internal, sistem kendali penerbangan digital, avionik modular, serta bantuan kecerdasan buatan (AI).
Desain Berbeda
Prototipe uji terbang Su-75 ini sendiri akan memiliki desain yang berbeda dari konsep skala penuh saat pertama kali diperkenalkan kehadapan publik di gelaran MAKS 2021.
Perubahan desain terutama terlihat pada badan pesawat bagian belakang, flaperon yang diperbesar di sepanjang tepi sayap belakang, ekstensi akar tepi depan yang sedikit diperpanjang, dan panel sayap luar yang juga dimodifikasi.
Perubahan ini untuk memperbaiki daya angkat, kemampuan manuver pitch dan roll, perilaku pada sudut serang tinggi, distribusi volume internal, tanda radar aspek belakang, dan keseimbangan keseluruhan antara efisiensi aerodinamis dan kemampuan pengamatan yang rendah.
Selain versi berawak tunggal, Biro Desain Sukhoi juga akan mengembangkan versi tempat duduk ganda (tandem) dan versi nirawak yang berfungi sebagai Loyal Wingman atau UCAV.
Kehadiran Checkmate kelak dapat mendukung konsep kerja sama berawak tak berawak di masa depan, yang telah menjadi kebutuhan standar dalam pertempuran udara modern.
Dalam konsep ini, pesawat tempur berawak mengendalikan atau mengoordinasikan jet tempur nirawak untuk memperluas jangkauan sensor, melakukan pengintaian, atau menyerang target di wilayah udara yang dijaga ketat tanpa mengorbankan pilot. (RBS)
