Kang Kon, kapal perusak Korea Utara yang sempat terbalik saat peluncuran tahun lalu, kini mulai menjalani uji lautnya
KCNA AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Korea Utara (KPAN) telah memulai uji coba laut pertama Kang Kon, kapal perusak rudal berpemandu kelas Choe Hyon kedua mereka.
Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengawasi langsung uji navigasi kapal tersebut pada 4 Juni 2026.
Uji coba tersebut untuk mengevaluasi kelayakan laut, respons propulsi, sistem kemudi, kontrol kemudi, manuver kecepatan tinggi, prosedur tim anjungan, dan koordinasi awak sebelum kapal memasuki uji coba sistem tempur yang lebih kompleks.
Terbalik Saat Diluncurkan Tahun Lalu
Seperti diketahui, kapal perusak Kang Kon sempat mengalami kegagalan peluncurannya dari Galangan Kapal Chongjin pada Mei 2025, menyebabkannya kapal terbalik dan mengalami kerusakan lambung.
Setelah diperbaiki dalam waktu yang singkat, kapal ini berhasil diapungkan kembali dan diresmikan dalam sebuah upacara peluncuran ulang pada bulan Juni 2025.
Kembalinya kapal ini ke laut merupakan pesan Pyongyang bahwa sektor pembuatan kapal dan industri pertahanan Korea Utara dapat pulih dengan cepat dari kemunduran teknis dan melanjutkan program angkatan laut prioritas tinggi.
Kapal Perang Permukaan Terbesar Korea Utara
Kapal perusak kelas Choe Hyon ini memiliki bobot 5.000 ton. Dengan panjang sekitar 145 m dan lebar 16 m, menjadikannya kapal perang permukaan terbesar yang pernah diproduksi oleh Korea Utara.
Berkonfigurasi sebagai kapal perusak multimisi, kelas Choe Hyon menggabungkan fungsi serangan, pertahanan udara, antipermukaan, antikapal selam, dan komando dalam satu lambung.
Desain tersebut dikaitkan dengan meriam laut utama 127 mm atau 130 mm, sistem senjata jarak dekat, elemen radar susunan bertahap, radar pencarian udara dan permukaan, radar pengendali tembakan, radar navigasi, serta sonar yang terpasang di lambung kapal.
Selain itu tersedia peralatan pendukung elektronik dan penanggulangan elektronik, peluncur umpan, peluncur torpedo, dan dek penerbangan yang mampu mendukung operasi helikopter atau pesawat tanpa awak.
Dilengkapi 74 Sel Peluncuran Vertikal
Karakteristik teknis paling signifikan dari kelas Choe Hyon adalah sistem peluncuran vertikalnya (VLS), dengan sekitar 74 sel peluncuran yang disusun dalam konfigurasi campuran depan dan belakang.
Ini termasuk sekitar 44 sel yang kemungkinan besar dikhususkan untuk rudal permukaan ke udara dan 30 sel berdiameter lebih besar yang dinilai mampu menampung rudal jelajah serangan darat atau senjata permukaan ke permukaan lainnya.
Variasi ukuran sel menunjukkan arsitektur multi peran yang dirancang untuk mendukung operasi pertahanan udara dan kemampuan serangan jarak jauh.
Dengan konfigurasi seperti itu akan memberi Korea Utara kapal perang permukaan yang ringkas yang mampu menggabungkan pertahanan udara titik, peperangan antikapal, opsi serangan darat, dan sinyal pencegahan dari satu platform bergerak. (RBS)
