Selandia Baru dapatkan lampu hijau dari AS untuk akuisisi MH-60R Seahawk, gantikan SH-2G(I) Seasprite yang baru beroperasi satu dekade

MH-60R SeahawkSikorsky

AIRSPACE REVIEW – Departemen Luar Negeri AS pada 5 Juni 2026 secara resmi telah menyetujui potensi penjualan militer asing (FMS) kepada Selandia Baru untuk pembelian helikopter multimisi Sikorsky MH-60R Seahawk dan peralatan terkait.

Pengadaan ini bertujuan untuk menggantikan armada helikopter maritim Kaman SH-2G(I) Seasprite Angkatan Laut Selandia Baru (RNZN), guna meningkatkan kemampuan peperangan antikapal selam (ASW) dan antikapal permukaan (ASuW) serta pengawasan maritim.

Akuisisi ini selaras dengan strategi modernisasi pertahanan Selandia Baru untuk secara signifikan meningkatkan pengeluaran militer selama delapan tahun ke depan di tengah pergeseran dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Paket pengadaan senilai 1,5 miliar USD ini untuk menyediakan lima helikopter MH-60R Seahawk yang dilengkapi dengan Sonar Frekuensi Rendah Udara, sistem Deteksi Anomali Magnetik digital, dan rangkaian penargetan multispektral AN/AAS-44C(V).

Selain itu, heli juga dilengkapi sistem navigasi canggih, terminal Link 16, tautan data kapal-helikopter Hawklink, radio, peralatan IFF, dan perangkat pelatihan.

Kontrak mencakup mesin cadangan, suku cadang dan komponen perbaikan, layanan logistik, publikasi, dan dukungan teknis oleh kontraktor selama beberapa tahun.

Sedangkan paket persenjataannya adalah 65 rudal berpemandu presisi AGM-114R Hellfire dan 225 roket 70 mm berpemandu laser APKWS, serta lima senapan mesin M240D kaliber 7,62 mm.

Untuk Misi di Atas Kapal Perang

Kehadiran MH-60R Seahawk ini memberikan RNZN helikopter yang lebih mumpuni untuk misi di atas kapal perang permukaan daripada SH-2G(I), karena memiliki ukuran, daya, dan sistem internal yang yang lebih baik.

MH-60R memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 10.659 kg dan kapasitas muatan hampir 4.082 kg.

Kecepatan jelajah maksimum helikopter mencapai 267 km/jam, dengan jangkauan operasional 245 mil laut atau 454 km.

Mesin turboshaft T700-GE-401D yang termasuk dalam paket ini, menghasilkan daya 1.700 hingga 2.000 ps tergantung pada variannya.

Menggantikan Seasprite

Saat ini, RNZN memiliki delapan helikopter SH-2G(I) Seasprite, yang dikirim pada tahun 2015, artinya baru satu dekade lebih beroperasi, seluruhnya dioperasikan oleh Skadron No. 6.

Helikopter Seasprite dioperasikan oleh tiga awak yakni seorang pilot, seorang pengamat yang ahli dalam peperangan dan komando misi, dan seorang pengatur muatan.

Selain beroperasi berbasis darat, helikopter tersebut juga dapat beroperasi dari dek kapal perang permukaan termasuk HMNZ Te Kaha, Te Mana, Aotearoa, Canterbury, Wellington, dan Otago. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *