Tiga personel gugur, helikopter berat AW101 Merlin Angkatan Laut Inggris jatuh di Devon

Royal Navy AW101 Merlin Mk4_Leonardo

AIRSPACE REVIEW – Sebuah helikopter berat jenis AW101 Merlin milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dilaporkan jatuh saat melakukan latihan rutin di wilayah Devon, Inggris, pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Pertahanan Inggris (MoD), kecelakaan tersebut menewaskan tiga personel Royal Navy yang berada di dalam heli.

Pihak militer mengonfirmasi seluruh keluarga korban telah diberi tahu dan saat ini sedang menerima pendampingan khusus dari tim ahli militer di masa berkabung ini.

Helikopter yang mengalami kecelakaan tersebut telah diidentifikasi sebagai varian Merlin Mk4 (HC4), yakni heli angkut taktis yang dioperasikan oleh Commando Helicopter Force untuk mendukung operasi pasukan Marinir Kerajaan (Royal Marines).

Dentuman Ledakan

Sebelum jatuh di sebuah area persawahan di Sourton Down, dekat Okehampton, warga di sekitar lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara mesin helikopter yang tiba-tiba mati.

Kesaksian tersebut disusul dengan munculnya kilatan cahaya merah besar di langit serta dentuman ledakan keras beberapa menit kemudian.

Pascapenyerahan laporan insiden, aparat kepolisian setempat langsung bergerak cepat memblokir beberapa akses jalan utama di sekitar lokasi, termasuk rute A386 dan A30, guna mempermudah proses evakuasi dan pengamanan area.

Tragedi ini memicu duka mendalam di tingkat tertinggi pemerintahan dan militer Inggris.

Perdana Menteri Sir Keir Starmer dan Menteri Pertahanan John Healey menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, sementara Kepala Angkatan Laut Inggris, Jenderal Sir Gwyn Jenkins, menyebut peristiwa ini sebagai syok besar bagi seluruh komunitas maritim Inggris.

Saat ini, investigasi formal tengah dipimpin oleh Cabang Investigasi Kecelakaan Pertahanan (Defence Accident Investigation Branch/DAIB) untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter yang dikenal memiliki reputasi keandalan tinggi tersebut.

Fokus awal penyelidikan akan diarahkan pada analisis faktor cuaca buruk, termasuk jarak pandang yang sangat rendah saat latihan berlangsung, serta potensi adanya kendala teknis pada sistem pesawat sebelum benturan terjadi.

Heli Multiperan Kelas Berat

AgustaWestland AW101 Merlin merupakan helikopter multiperan kelas berat yang lahir dari proyek patungan antara Westland Helicopters dari Inggris dan Agusta dari Italia. Kedua perusahaan kini telah melebur di bawah bendera Leonardo.

Dirancang sejak akhir era 1980-an untuk menggantikan helikopter legendaris Sea King. Platform baru ini membedakan dirinya melalui konfigurasi unik tiga mesin turboshaft, baik menggunakan Rolls-Royce Turbomeca RTM322 maupun General Electric CT7.

Pilihan desain tiga mesin ini memberikan redundansi keselamatan yang sangat tinggi serta pasokan tenaga masif, memungkinkannya beroperasi dengan aman di lingkungan paling ekstrem seperti di atas laut lepas yang ganas maupun di wilayah pegunungan tinggi yang minim oksigen.

Keunggulan teknis ini ditopang pula oleh Active Vibration Control System untuk meredam getaran kabin, menjadikannya salah satu helikopter paling stabil di kelasnya dengan kecepatan jelajah mencapai 278 kilometer per jam dan bobot lepas landas maksimal hingga 14,6 ton.

Kabin yang Lapang

Selain ketangguhan mesinnya, kekuatan utama AW101 Merlin terletak pada fleksibilitas kabinnya yang sangat lapang.

Ruang interior yang luas ini memungkinkan helikopter dengan jangkauan operasional lebih dari 800 km tersebut dikonfigurasi ulang dengan cepat sesuai tuntutan misi.

Heli ini dapat membawa 38 pasukan infanteri bersenjata lengkap, memuat belasan tandu medis darurat, hingga diubah menjadi kabin mewah untuk transportasi VVIP kepala negara.

Fleksibilitas luar biasa ini diadopsi secara luas oleh militer Inggris melalui beberapa varian spesifik, seperti Merlin Mk2 yang difokuskan untuk misi peperangan antikapal selam dan pengintaian maritim jarak jauh dari dek kapal induk, serta varian Merlin Crowsnest yang mengemban tugas sebagai pesawat peringatan dini radar udara berkat pod radar eksternal besar di lambungnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan serbu amfibi dan mobilisasi udara, militer Inggris mengandalkan varian Merlin Mk4 yang dioperasikan di bawah Commando Helicopter Force.

Varian angkut taktis ini dimodifikasi secara khusus agar ramah terhadap pengoperasian di kapal perang, yang dicirikan oleh mekanisme pelipatan otomatis pada bilah rotor utama serta bagian ekor (tail boom) agar dapat masuk ke dalam lift dan hanggar kapal yang terbatas.

Sejumlah Negara Telah Mengoperasikan

Dengan kokpit digital modern yang ramah perangkat penglihatan malam (night-vision), Merlin Mk4 menjadi tulang punggung bagi pergerakan pasukan Marinir Kerajaan (Royal Marines). BBC melaporkan, helikopter Merlin yang mengalami kecelakaan pada Rabu ini adalah varian Mk4.

Kombinasi antara keandalan, kapasitas besar, dan kemampuan multiperan ini tidak hanya memikat Inggris dan Italia, melainkan juga diadopsi oleh berbagai negara lain seperti Kanada untuk misi pencarian dan penyelamatan, Jepang untuk operasi pembersihan ranjau laut, serta Portugal dan Denmark untuk penjagaan maritim. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *