Agresif, Starlux siap caplok pasar Eropa dan Oseania lewat empat rute baru
Airbus AIRSPACE REVIEW – Maskapai premium asal Taiwan, Starlux Airlines, menunjukkan taringnya dalam kancah penerbangan internasional dengan mengumumkan rencana ekspansi interkontinental yang sangat agresif.
Maskapai yang berbasis di Taipei ini bersiap mencaplok pangsa pasar baru di Eropa dan Oseania dengan meluncurkan layanan penerbangan ke empat destinasi global utama, yaitu Barcelona (Spanyol), Zurich (Swiss), Sydney (Australia), dan Auckland (Selandia Baru).
Rencana strategis yang berani ini disampaikan langsung oleh Chairman Starlux Airlines, Chang Kuo-wei, dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan.
Langkah ambisius ini menandai fase pertumbuhan baru yang sangat cepat bagi maskapai yang baru mulai mengudara pada tahun 2020 lalu tersebut.
Penetrasi Pasar Eropa dan Oseania
Setelah sebelumnya sukses membangun jaringan penerbangan jarak jauh ke wilayah Pantai Barat Amerika Serikat seperti Los Angeles, San Francisco, dan Seattle, Starlux kini mulai mengalihkan radarnya untuk menaklukkan pasar Eropa dan Oseania.
Di Eropa, rute ke Barcelona dan Zurich akan memperkuat portofolio penerbangan Starlux yang baru akan memulai debutnya di benua biru melalui rute Taipei–Praga pada Agustus mendatang.
Kehadiran Starlux di Barcelona diproyeksikan akan mendongkrak konektivitas langsung antara Asia dan wilayah Catalunya secara signifikan.
Sementara itu, ekspansi ke Sydney dan Auckland akan menjadi tonggak sejarah baru sebagai penerbangan perdana Starlux ke kawasan Oseania.
Berdasarkan rencana operasional, penerbangan ke Auckland kemungkinan besar akan dilayani sebagai kelanjutan rute (tag-on flight) dari penerbangan Taipei menuju Sydney.
Rute trans-Tasman ini dipastikan bakal memicu persaingan panas, memposisikan Starlux sebagai pesaing langsung bagi maskapai mapan seperti China Airlines dan Air New Zealand.
Pertumbuhan Armada yang Masif
Agresivitas Starlux dalam membuka rute-rute gemuk ini didukung penuh oleh pertumbuhan jumlah armada yang sangat pesat.
Pihak maskapai menyatakan bahwa jumlah armada Starlux ditargetkan mencapai 43 pesawat pada akhir tahun ini, yang terdiri dari kombinasi Airbus A321neo, A330-900neo, A350-900, dan armada bendera terbarunya, A350-1000.
Dalam rencana jangka panjangnya, Starlux menargetkan kepemilikan hingga 76 pesawat pada tahun 2033.
Tidak hanya fokus pada sektor penumpang, Starlux juga telah memesan 10 pesawat kargo Airbus A350F untuk memperkuat lini bisnis logistik udara mereka di kancah global.
Meskipun kota-kota tujuan telah ditetapkan untuk target peluncuran mulai tahun depan (2027), Starlux saat ini masih berada dalam tahap evaluasi akhir serta pengurusan izin terbang.
Detail resmi mengenai tanggal peluncuran perdana, jadwal penerbangan, serta pembukaan pemesanan tiket akan diumumkan oleh maskapai dalam waktu dekat. (RNS)
