Intip DDS-10K, drone pencegat buatan dalam negeri Armenia untuk melawan drone Azerbaijan
Via X AIRSPACE REVIEW – Pada latihan parade di Yerevan menjelang peringatan Hari Republik yang diperingati pada 28 Mei 2026, Angkatan Bersenjata Armenia memperlihatkan drone pencegat DDS-10K buatan dalam negeri untuk pertama kalinya.
Diketahui, drone antidrone bermesin jet mini tersebut dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Davaro Defence Systems.
DDS-10K dilaporkan membawa hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi hingga 12 kg, meluncur dengan kecepatan hingga 200 km/jam. Drone sanggup nenyerang target hingga jarak 70 km dan ketinggian maksimum 8 km.
Batas ketinggian tersebut dapat menjangkau drone serang seperti Bayraktar TB2 asal Turkiye yang dioperasikan oleh militer Azerbaijan, yang biasanya beroperasi antara 5.000 m dan 7.000 m.
Selain itu, DDS-10K juga bisa diandalkan untuk mencegat drone kamikaze Harop buatan Israel yang juga dimiliki oleh militer Azerbaijan.
Radar 3D berbasis darat mendukung sistem ini dengan deteksi dan pelacakan hingga jarak 100 km, yang memberikan data penargetan ke sistem panduan otonom dan yang dikendalikan dari jarak jauh milik DDS-10K.
Drone juga membawa sensor elektro optik untuk panduan akhir dan penerima GNSS antigangguan yang dirancang untuk mempertahankan akurasi navigasi di lingkungan peperangan elektronik.
Sebelum memperkenalkan DDS-10K, perusahaan Davaro sendiri pertama kali menarik perhatian internasional pada Oktober 2025 ketika mereka meluncurkan Dragonfly-3, sebuah amunisi jelajah yang mirip dengan Harop Israel. (RBS)
