Setelah 10 tahun perawatan dan peningkatan, kapal pendaratan USS Tortuga milik Angkatan Laut AS kembali melaut
USN AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) memulai uji coba laut USS Tortuga (LSD-46) setelah satu dekade menjalani pemeliharaan dan peningkatan sistem di bawah program perpanjangan masa pakai (Life Extension Program).
Uji coba pada 13 Maret 2026 dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk tersebut guna menilai sistem propulsi, sistem tempur, dan integrasi seluruh kapal untuk menentukan kesiapan operasi amfibi di masa depan.
LEP untuk USS Tortuga sendiri dimulai pada tahun 2015, kontrak diberikan kepada BAE Systems Norfolk Ship Repair, dengan nilai kumulatif mencapai 183,7 juta USD.
Lamanya masa tidak aktif mencerminkan skala degradasi struktural dan sistem yang terakumulasi selama lebih dari dua dekade masa pakai dan kompleksitas pemulihan kapal amfibi sepanjang 190 m tersebut ke kondisi operasional.
Dalam uji coba di laut, awak kapal mengevaluasi sistem propulsi yang ditenagai oleh empat mesin diesel 16 silinder Colt Industries yang menghasilkan 33.000 shp serta sistem navigasi, komunikasi, dan tempur dalam kondisi operasi berkelanjutan.
Urutan pengujian mencakup verifikasi kemampuan manuver, efisiensi propulsi, distribusi beban listrik, dan redundansi sistem di bawah tekanan operasional.
Selain itu dilakukan pula pemeriksaan sistem tempur meliputi validasi dua kanon 25 mm Mk 38, dua dudukan Phalanx CIWS, peluncur rudal Rolling Airframe, dan sistem pengendalian tembakan terkait.
Program modernisasi yang dilaksanakan oleh BAE Systems meliputi perbaikan struktural, penggantian komponen usang, dan peningkatan sistem mekanik dan listrik, termasuk kontrol propulsi, distribusi daya, dan infrastruktur komando di atas kapal.
Sistem kontrol teknik diperbarui untuk meningkatkan otomatisasi dan mengurangi kebutuhan perawatan, sementara konversi listrik menggantikan subsistem berbasis uap lama dengan konfigurasi listrik sepenuhnya.
Kapasitas pendingin udara dan air dingin ditingkatkan untuk mendukung sistem elektronik modern, dan kompresor udara serta mesin bantu diganti untuk meningkatkan keandalan.
Pekerjaan tersebut juga mencakup perbaikan lambung kapal, penguatan struktur internal, dan konfigurasi ulang sistem untuk mendukung masa pakai yang lebih lama hingga 40 tahun.
Mengenai USS Tortuga adalah kapal dok pendaratan keenam dari kelas Whidbey Island, dengan bobot muat penuh 16.568 ton, lebar 26 m, dan draf 6,4 m.
Dirancang untuk mendukung operasi amfibi melalui dek basah besar di buritannya, kapal ini mampu membawa lima kapal hovercraft LCAC atau 21 kapal pendaratan LCM-6.
Kapal pendarat ini dapat membawa detasemen Marinir AS yang terdiri dari 402 personel dengan kapasitas tambahan 102 personel, serta didukung oleh 22 perwira dan 391 pelaut. (RBS)
