Heboh tiga prajurit Australia berada di kapal selam AS yang menembak fregat Iran di dekat Sri Lanka: Apa yang sebenarnya terjadi?

Kapal selam AS menembak fregat Iran IRIS Dena di perairan dekat Sri LankaUSN, DoW, X

AIRSPACE REVIEW – Pada 4 Maret 2026 lalu, sebuah peristiwa langka terjadi di laut lepas dekat Sri Lanka. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, kapal selam Angkatan Laut AS (US Navy) menembakkan torpedo dan menenggelamkan kapal fregat Iran, IRIS Dena.

Namun, yang menarik perhatian dunia bukan hanya serangan tersebut, melainkan adanya tiga prajurit Australia di dalam kapal selam AS tersebut.

Terkait kapal selam yang menembakkan torpedonya ke kapal perang Iran, hingga saat ini Amerika Serikat masih tutup mulut, tidak menyebutkan nama kapal selamnya tersebut.

Adanya tiga prajurit Australia di kapal selam AS, menjadi masalah karena Australia secara resmi tidak sedang berperang dengan Iran.

Kehadiran tentara mereka di tengah aksi militer AS memicu perdebatan panas di Australia.

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, langsung memberikan klarifikasi untuk meredam kekhawatiran publik.

Ia secara terbuka mengakui bahwa memang ada tiga personel Australia di kapal AS tersebut. Namun ia menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk “tugas belajar”. Keberadaan mereka adalah bagian dari program pertukaran pelajar militer yang sudah lama ada, jelas Albanese.

Albanese menegaskan bahwa ketiga prajurit Australia tersebut tidak ikut serta dalam penyerangan terhadap kapal Iran.

“Mereka tidak memencet tombol senjata atau merencanakan serangan terhadap kapal Iran. Mereka ada di sana hanya untuk pelatihan teknis,” jelas Perdana Menteri, seperti diberitakan Defense News.

Jennifer Parker, seorang ahli strategi pertahanan, menjelaskan bahwa secara teknis sangat mudah bagi prajurit Australia untuk tetap netral.

Saat perintah tembak diberikan, mereka bisa saja diminta meninggalkan ruang kendali atau tidak memegang panel instrumen apa pun. Jadi, mereka hanya menjadi “penonton” di dalam kapal selam itu.

Insiden penyerangan terhadap kapal Iran hingga tenggelam, dikaitkan dengan persiapan besar Australia di bawah pakta AUKUS, yaitu kerja sama Australia, Inggris, dan AS.

Seperti diberitakan terdahulu, Australia berencana untuk membeli kapal selam bertenaga nuklir dari AS.

Karena mengoperasikan kapal nuklir jauh lebih sulit daripada kapal biasa, saat ini ada sekitar 50 hingga 200 pelaut Australia yang sedang magang di kapal-kapal selam milik AS dan Inggris untuk belajar mengawaki kapal selam teknologi canggih tersebut.

Meski pemerintah menjamin netralitas, Senator David Shoebridge dari partai oposisi tetap melontarkan kritik pedas.

Ia menilai kerja sama ini berbahaya karena bisa menyeret Australia ke dalam konflik internasional yang tidak perlu, hanya karena “nebeng” di aliansi militer Amerika Serikat.

Kapal Selam kelas Long Angeles

Mengacu pada sumber terbuka, selama perang Iran 2026, fregat Angkatan Laut Iran IRIS Dena ditorpedo dan ditenggelamkan oleh kapal selam kelas Los Angeles Angkatan Laut Amerika Serikat, yang diduga adalah USS Charlotte, di Samudra Hindia.

Dena baru-baru ini ikut serta dalam latihan angkatan laut International Fleet Review 2026 yang diselenggarakan oleh India dan sedang dalam perjalanan pulang ketika ditenggelamkan di perairan internasional, sekitar 19 mil laut (35 km;) dari pantai Galle, Sri Lanka.

Pada tanggal 4 Maret, USS Charlotte menembakkan dua torpedo Mark 48 terhadap IRIS Dena, yang satu di antaranya mengenai fregat tersebut.

Ini adalah kejadian pertama kapal selam bertenaga nuklir menenggelamkan kapal permukaan musuh sejak tenggelamnya ARA General Belgrano oleh kapal selam nuklir Angkatan Laut Inggris HMS Conqueror dalam Perang Falkland.

Insiden ini juga adalah aksi kapal selam Angkatan Laut AS pertama sejak teater Pasifik Perang Dunia II.

Dalam insiden tersebut, sumber terbuka menyebut sebanyak 87 personel tewas di mana jasad mereka telah dievakuasi oleh otoritas Sri Lanka ke RS Galle.

Kemudian 61 prajurit dinyatakan masih hilang di laut dan 32 personel berhasil diselamatkan dalam kondisi luka-luka. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *