Target-target Iran yang telah dihancurkan AS dan Israel di hari pertama serangan Operation Epic Fury dan Roaring Lion
CENTCOM AIRSPACE REVIEW – Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 2 Maret 2026 merilis ringkasan hasil serangan militer dalam Operation Epic Fury, serangan besar-besaran gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Berikut adalah ringkasannya:
Operation Epic Fury adalah aksi militer skala besar yang diperintahkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, tulis CENTCOM.
Serangan ini dimulai pada 28 Februari 2026, pukul 01.15 pagi waktu setempat, dengan target lokasi Iran, di bawah area tanggung jawab CENTCOM.
Tujuan utama operasi militer ini adalah untuk melumpuhkan aparatur keamanan rezim Iran dan memprioritaskan penghancuran lokasi-lokasi yang dianggap memberikan ancaman mendesak (imminent threat).
CENTCOM merinci aset-aset militer yang dilibatkan dalam operasi pembuka di hari pertama serangan, yaitu meliputi pesawat tempur dan pengebom yang terdiri dari: B-2 Spirit, F-35 Lightning II, F/A-18 Super Hornet, F-16 Viper, dan A-10 Warthog.
Drone yang dilibatkan terdiri dari: MQ-9 Reaper dan LUCAS.
Sistem pertahanan udara yang dilibatkan terdiri dari: Patriot, THAAD, dan M-142 HIMARS.
Pesawat dukungan udara dan elektronik terdiri dari: EA-18G Growler untuk serangan elektronik. AWACS, P-8A Poseidon untuk patroli maritim, dan RC-135 Rivet Joint untuk pengintaian.
Sementara untuk dukungan logistik dan komunikasi dikerahkan pesawat: C-17 Globemaster, C-130, pesawat tanker, dan sistem komunikasi udara.
Selain kekuatan udara, dilibatkan juga kekuatan laut yang terdiri dari kapal induk bertenaga nuklir, kapal perusak (Guided-Missile Destroyers), dan kapal pengisi bahan bakar.
Serangan pada 24 jam pertama, ditujukan terhadap infrastruktur militer strategis Iran. Tujuannya adalah untuk membutakan dan melumpuhkan kemampuan respons militer Iran.
Infrastruktur dan aset-aset militer Iran yang berhasil dihancurkan di hari pertama serangan meliputi:
Komando & Kendali: Pusat Komando (C2), Markas Bersama IRGC, dan Markas Besar Pasukan Dirgantara IRGC.
Pertahanan & Rudal: Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi (IADS) dan situs-situs rudal balistik.
Kekuatan Laut: Kapal angkatan laut Iran, kapal selam, dan situs rudal anti-kapal.
Tokoh-tokoh Iran yang Gugur
CENTCOM belum merilis tokoh-tokoh Iran yang gugur, selain Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dinyatakan sudah meninggal dunia oleh Presiden AS Donald Trump.
Namun berdasarkan laporan media, terdapat sejumlah pemimpin tinggi Iran yang turut gugur dalam serangan Operation Epic Fury (AS) dan Operation Roaring Lion (Israel) ini.
Berikut adalah tokoh-tokoh Iran yang dilaporkan gugur dalam serangan 24 jam pertama:
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Gugur dalam serangan udara presisi di kompleks kediaman/kantornya di Teheran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Meninggalnya Khamenei telah dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran, IRNA/Fars News.
Jenderal Mohammad Pakpour. Komandan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Gugur dalam rangkaian serangan yang menargetkan pusat komando IRGC.
Amir Nasirzadeh. Menteri Pertahanan Iran. Namanya masuk dalam daftar pejabat tinggi yang berada di lokasi pertemuan saat serangan terjadi.
Ali Shamkhani. Penasehat politik utama Pemimpin Tertinggi dan mantan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran.
Laporan media juga menyebutkan sekitar 40 anggota senior rezim, termasuk lima komandan militer senior dan pejabat dari badan intelijen utama Iran, turut menjadi korban dalam serangan terkoordinasi tersebut.
CENTCOM merilis secara terbuka video dari udara detik-detik serangan terhadap kompleks kediaman Khamenei dan Markas IRGC.
Informasi yang berkembang menyebut, serangan udara dilakukan oleh AS dan Israel memanfaatkan intelijen real-time mengenai pertemuan darurat para pemimpin Iran di sebuah bunker/kompleks di pusat kota Teheran.
Media lokal Iran melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga dekat Khamenei, termasuk putri, menantu, dan cucunya, juga tewas dalam ledakan di kompleks tersebut.
Atas gugurnya Khamenei dan anggota keluarganya, serta tokoh-tokoh penting Iran lainnya, Teheran telah mengumumkan masa berkabung selama 40 hari. (RNS)
