AIRSPACE REVIEW – Hanwha Defense USA dan Magnet Defense telah bermitra untuk mengembangkan kapal permukaan tak berawak berukuran sedang yang dibangun untuk kebutuhan militer di masa depan, terutama untuk Angkatan Laut Amerika Serikat (USN).
Pengembangan wahana yang disebut sebagai H38 MUSV (Medium Unmanned Surface Vessels) ini diumumkan pada 20 April saat pameran Sea-Air-Space 2026 di National Harbor, Maryland.
Kemitraan ini menggabungkan skala industri Hanwha Defense dengan keahlian otonomi Magnet Defense untuk mewujudkan kapal yang dirancang untuk operasi jarak jauh dan pengerahan cepat.
Disebutkan, bahwa H38 MUSV yang berdimensi panjang 38 m ini akan dibangun berdasarkan pengalaman Magnet Defense dalam mengembangkan kapal kargo nirawak M48, yang memiliki dimensi lebih panjang, 48 m.
Kapal berdesain katamaran tersebut memiliki jangkauan 17.000 mil laut, menempatkannya dalam kategori daya tahan yang sangat tinggi untuk jenis kapal ini.
Kapal berlunas ganda ini menawarkan volume yang cukup untuk menampung berbagai muatan, baik sensor, peralatan komunikasi, sistem peperangan elektronik, atau senjata modular di atas kapal.
Di atas deknya, H38 MUSV membawa dua modul kontainer yang berisi rudal balistik, yang tampaknya jenis serang permukaan jarak jauh KTSSM atau Chunmoo 2 yang lebih kecil yang juga dikembangkan oleh Hanwha Defense.
Selama beberapa tahun, USN telah mencari kapal tanpa awak yang mampu mempertahankan kehadiran di laut dalam jangka waktu lama dengan biaya lebih rendah daripada kapal tempur berawak besar.
Kehadiran H38 MUSV ini dapat memperluas jangkauan angkatan laut, mendukung operasi yang tersebar, dan memberi pasukan AS cara lebih aman dalam zona pertempuran maritim.
Sebagai kapal modular, H38 MUSV dapat menjalankan beberapa peran tergantung pada arsitektur misinya.
Jika dikerahkan di depan pasukan angkatan laut, kapal ini dapat memperluas jangkauan deteksi dan berkontribusi pada postur peringatan dini.
Jika digunakan sebagai kapal induk modular, kapal ini juga dapat membawa muatan yang sesuai untuk pengawasan maritim, serangan jarak jauh, peperangan antikapal permukaan, dukungan logistik, atau misi relai komunikasi.
Kapal semacam ini tidak menggantikan peran fregat atau kapal perusak, tetapi dapat melengkapi mereka dengan mengambil alih beberapa fungsi kehadiran, penginderaan taktis, atau pengiriman muatan. (RBS)

