Rusia telah melengkapi sistem Tornado-S MLRS dengan navigasi satelit GLONASS untuk serangan presisi

Russian-Tornado-S-MLRSRussian MoD

AIRSPACE REVIEW – Rusia telah melengkapi sistem roket peluncuran multilaras (MLRS) Tornado-S dengan navigasi satelit GLONASS untuk serangan presisi. Salah satu sistem ini, yang berasal dari Gugus Tempur Utara Rusia, berhasil menghancurkan gudang amunisi dan pos kendali drone Ukraina di Wilayah Kharkov semalam.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit-unit Gugus Tempur Utara Rusia terus memperluas zona keamanan di daerah perbatasan Wilayah Sumy dan Kharkov.

Pasukan terus maju setiap hari, mendorong musuh mundur dari perbatasan negara, dan memastikan keselamatan warga sipil.

“Kali ini, awak MLRS Tornado-S dari Gugus Tempur Utara telah menghancurkan gudang amunisi, pos kendali UAV, dan konsentrasi peralatan militer serta personel angkatan bersenjata Ukraina di area operasi militer khusus di Wilayah Kharkov. MLRS Tornado-S dilengkapi dengan sistem komputerisasi modern dan satelit navigasi GLONASS untuk serangan yang lebih akurat,” lapor kementerian tersebut.

Ditambahkan bahwa banya satu sistem yang digunakan dalam serangan itu, karena ini mempermudah manuver dan menghindari kemungkinan serangan balasan dari artileri musuh.

Tornado-S segera meninggalkan area berbahaya dengan kecepatan maksimum setelah menyerang, dan beberapa menit kemudian dapat melancarkan serangan lain dari posisi tembak yang berbeda.

Awak Tornado-S tidak pernah beroperasi dari posisi yang sama dua kali dan tidak menarik kendaraan mereka ke tempat perlindungan yang sama, lanjutnya.

Unit artileri Gugus Tempur Utara melaksanakan misi tempur bekerja sama dengan unit UAV dari Pasukan Sistem Tak Berawak.

Tugas utama awak Tornado-S MLRS adalah mendukung kelompok penyerang dan menghancurkan benteng serta konsentrasi pasukan dan peralatan musuh.

9K515 Tornado-S adalah MLRS kaliber berat Rusia, hasil modernisasi mendalam dari sistem era Soviet, BM-30 Smerch.

Tornado-S dirancang untuk menjembatani celah antara artileri konvensional dan rudal taktis seperti Iskander.

Perbedaan mendasar antara Tornado-S dan pendahulunya terletak pada sistem kontrol tembakan dan jenis amunisi yang digunakan:

Tidak seperti Smerch yang bersifat area saturation atau menghujani area luas, Tornado-S menggunakan sistem navigasi satelit GLONASS. Setiap roket dapat diprogram dengan koordinat target yang berbeda sebelum diluncurkan.

Tornado-S menggunakan sistem kontrol tembakan otomatis ASUNO yang memungkinkan kru untuk menerima data target secara waktu nyata dan melakukan kalkulasi tembakan secara otomatis tanpa harus keluar dari kabin.

Sistem ini dapat menembakkan roket tunggal atau salvo penuh (12 roket) dalam waktu kurang dari 40 detik, kemudian segera berpindah posisi dalam waktu kurang dari satu menit untuk menghindari serangan balasan dari musuh.

Tornado-S menggunakan munisi kaliber 300 mm dengan jangkauan 70 – 120 km. Namun dapa juga menjangkau jarak maksimum 200 km dengan munisi baru berpandu. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *