Pesawat KC-30 Angkatan Udara Brasil terbang nonstop hampir 19 jam dari New Delhi ke Brasilia, rekor terbaru FAB

FAB2901 KC-30 BrazilAbner S. Cardoso

AIRSPACE REVIEW – Pesawat KC-30 Angkatan Udara Brasil (FAB) dari Skadron Corsário (2º/2º GT) mencatatkan rekor dengan melakukan penerbangan nonstop terpanjang dalam sejarah penerbangan Brasil.

Pesawat tersebut terbang dari New Delhi ke Brasilia selama 18 jam 45 menit tanpa henti. Pesawat kembali ke Brasil setelah mendukung misi kepresidenan Brasil dengan membawa tim pendahulu dalam kunjungan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva ke Tunisia dan India (18-22 Februari).

KC-30 terbang melintasi Laut Arab, memasuki benua Afrika melalui wilayah Tanduk Afrika, dan melakukan perjalanan panjang melintasi Samudra Atlantik hingga memasuki wilayah udara Brasil di wilayah Tenggara, kemudian melanjutkan perjalanan ke ibu kota federal.

Rekor ini memecahkan rekor sebelumnya pada Oktober 2025 (18 jam 30 menit, dari Tokyo ke Brasilia), sekaligus kembuktikan kemampuan FAB dalam melakukan operasi penerbangan antarbenua secara mandiri tanpa perlu transit.

Jarak yang ditempuh dan waktu penerbangan menunjukkan lompatan operasional dari pengintegrasian KC-30 ke dalam armada FAB.

Dengan otonomi dan kapasitas yang besar untuk mengangkut penumpang, kargo strategis, dan tim pemerintah dalam misi jarak jauh, KC-30 saat ini merupakan pesawat terbesar yang pernah dioperasikan oleh FAB dan secara signifikan memperluas fleksibilitas logistik negara tersebut dalam skenario internasional.

Pesawat ini juga memperkuat kemampuan Brasil untuk melakukan penerbangan langsung antar benua, mengurangi kebutuhan transit dan meningkatkan efisiensi dalam operasi sensitif.

Sudah Dimodifikasi menjadi MRTT

Pesawat KC-30 merupakan sebutan lokal untuk pesawat Airbus A330-200 yang telah dimodifikasi menjadi standar MRTT (Multi-Role Tanker Transport).

Brasil mengakuisisi dua unit Airbus A330-200 bekas dari maskapai Azul Linhas Aéreas pada tahun 2022.

Proyek tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan kemampuan pengisian bahan bakar jarak jauh (REVO) dan transportasi strategis yang hilang sejak pensiunnya Boeing KC-137 (Boeing 707) pada tahun 2013.

Unit pertama KC-30 (FAB 2901) tiba di Brasil pada bulan Juli 2022. Kemudian disusul oleh unit kedua KC-30 (FAB 2902) beberapa bulan kemudian.

Pesawat ditenagai dua mesin General Electric CF6-80E1 dengan kapasitas bahan bakar hingga 111 ton, yang disimpan di tangki sayap tanpa mengurangi ruang kargo.

KC-30 bisa membawa hingga 250–270 penumpang (tergantung konfigurasi) atau sekitar 45 ton kargo. Pesawat dapat menjangkau jarak sejauh 14.800 km (ferry range), memungkinkan Brasil mencapai benua lain tanpa henti.

KC-30 mampu melaksanakan pengisian bahan bakar di bdara (AAR) dan juga untuk mengangkut mengangkut pasukan, kargo, atau bantuan kemanusiaan dalam skala besar ke seluruh dunia.

Pesawat juga dapat difungsikan untuk misi evakuasi medis (MEDEVAC) dan menjadi rumah sakit terbang untuk evakuasi korban bencana atau perang.

Pesawat ini juga kadang digunakan sebagai sebagai pesawat kepresidenan untuk perjalanan jarak jauh pemimpin Brasil ke luar negeri, dengan tanda panggil Brazilian Air Force 01. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *