Serbia meluncurkan drone kamikaze jarak jauh Goshawk di WDS 2026, berjangkauan hingga 150 km
Via X AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan GPTS asal Serbia yang bermitra dengan EDePro, meluncurkan drone kamikaze Goshawk di World Defense Show 2026 di Riyadh Arab Saudi pada 8-12 Februari lalu.
Kehadiran drone ini menandai upaya Serbia untuk memperluas jejaknya di pasar global untuk kemampuan serangan jarak jauh berbasis darat yang ringkas.
Goshawk ini merupakan amunisi loiter otonom yang dirancang untuk serangan presisi, guna menyerang sasaran bernilai tinggi seperti pos komando, instalasi radar, depot BBM dan lainnya.
Untuk spesifikasinya, Goshawk berdimensi panjang 2 m, bentang sayap 1,8 m, dan berat total 80 kg, serta membawa muatan hulu ledak 20 kg.
Peluncuran Goshawk dilakukan menggunakan pendorong roket yang melesat sekitar 150 m/detik, setelah itu beralih ke jelajah berkelanjutan pada unit propulsi utamanya yakni mesin jet mini dengan kecepatan 0,8 Mach.
Goshawk dapat beroperasi hingga ketinggian maksimum 6.000 m dan memiliki jangkauan hingga 150 km.
Panduan dan navigasi rudal jelajah ini menggunakan Sistem Navigasi Inersia (INS) yang dipadukan dengan Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) untuk panduan di tengah lintasannya.
Sedangkan versi yang lebih canggih direncanakan dengan Pencocokan Kontur Medan (TERCOM), mampu mempertahankan navigasi yang akurat di lingkungan di mana sinyal satelit terdegradasi atau terputus.
Kehadiran drone kamikaze Goshawk menjadi pilihan menarik untuk mendapatkan senjata presisi jarak jauh lebih efisien dibandingkan dengan rudal jelajah konvensional yang mahal. (RBS)

sayannng.., Bros Tito sudah meninggal , Yugoslavia bubar… 🤦