Akan digunakan hingga 100 tahun, Boeing mendapatkan kontrak peningkatan armada “Si Rusa Besar” C-17A Globemaster III dari USAF
USAF AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Boeing pada 9 Februari 2026 mengumumkan pemberian kontrak dari Angkatan Udara AS (USAF) untuk peningkatan armada pesawat C-17A Globemaster III agar tetap dapat digunakan untuk menjalankan misi hingga beberapa dekade ke depan.
Kontrak tersebut mencakup desain, pembuatan, integrasi, kualifikasi, dan sertifikasi militer dari kokpit penerbangan modern untuk C-17A.
Program ini akan mengganti avionik penting dan peralatan penting lainnya untuk misi dengan Arsitektur Sistem Terbuka Modular (MOSA) modern.
Dengan peningkatan tersebut, sejumlah sistem terbaru dapat diintegrasikan secara plug-and-play pada pesawat C-17A.
“C-17A telah menjadi tulang punggung mobilitas udara global selama lebih dari tiga dekade,” kata Travis Williams, Wakil Presiden Layanan Mobilitas & Pelatihan Angkatan Udara Amerika Serikat, Boeing.
Ditambahkan bahwa USAF telah merencanakan penggunaan armada C-17A Globemaster III hingga tahun 2075, yang artinya pesawat ini akan digunakan selama satu abad alias 100 tahun.
“Dengan menyelesaikan masalah keusangan avionik dan memperkenalkan MOSA, kami melestarikan pesawat angkut berat yang terbukti andal dan menjaganya tetap terdepan dalam hal kinerja dan efisiensi selama beberapa dekade mendatang,” ungkapnya.
C-17A adalah satu-satunya pesawat angkut berat yang bisa mendarat di landasan pendek dan kasar, namun tetap mampu membawa beban sekelas tank Abrams.
Kemampuan ini membuatnya sulit digantikan oleh pesawat lain seperti C-130 Hercules karena terlalu kecil atau C-5 Galaxy yang terlalu besar dan membutuhkan landasan mulus.
Boeing telah mengirimkan 275 pesawat C-17A antara tahun 1993 dan 2015, yaitu sebanyak 222 unit kepada USAF dan 53 unit kepada sembilan negara mitra internasional AS.
Negara-negara mitra AS yang menggunakan pesawat ini adalah Inggris, Australia, Kanada, India, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan NATO (termasuk beberapa negara anggotanya).
Vairan A (C-17A) menandai pesawat ini adalah seri produksi pertama C-17 Globemaster III.
Uniknya, walaupun C-17A telah telah mengalami banyak pemutakhiran blok (mulak dari Block 1 hingga Block 21), USAF tetap mempertahankan sebutan C-17A karena perubahan tersebut lebih banyak pada sistem internal (avionik/perangkat lunak) daripada perubahan desain fisik pesawat secara fundamental.
Demikian juga dengan negara-negara mitra, umumnya tetap menggunakan kode C-17A Globemaster III.
Sejarah dan Pengembangan C-17A
Munculnya pesawat angkut militer C-17A Globemaster III dipicu oleh kebutuhan USAF di awal tahun 1970-an akan pesawat angkut yang lebih besar dari C-130 Hercules, namun lebih kecil dan lebih lincah dari C-5 Galaxy. Proyek ini awalnya disebut YC-15.
Pada tahun 1981 McDonnell Douglas (sebelum bergabung ke Boeing) memenangi kontrak untuk mengembangkan pesawat dimaksud yang kemudian dinamai C-17 Globemaster III.
Prototipe pertama C-17 terbang pada 15 September 1991 dan empat tahun kemudian di tahun 1995 secara resmi digunakan oleh USAF.
Pada awal penggunaannya, pesawat ini langsung membuktikan ketangguhannya dalam operasi militer AS di Balkan, Irak, hingga Afghanistan.
Salah satu yang membuat pesawat C-17 spesial adalah kemampuannya membawa muatan hingga 77,5 ton. Artinya, mengerahkan satu pesawat C-17 sama dengan mengerahkan empat unit pesawat C-130H Hercules yang memiliki kapasitas muatan 19 ton.
Kemampuan STOL (Short Take-Off and Landing) C-17 berkat sistem blown flaps, di mana gas buang mesin diarahkan ke flap sayap. C-17 mampu mendarat di landasan sepanjang hanya 1.000 meter dengan lebar hanya 27 meter.
Meskipun berukuran besar, C-17 bisa melakukan putaran tiga titik (three-point turn) di landasan sempit dan bisa berjalan mundur menggunakan thrust reversers (pembalik daya dorong).
Di kalangan pilot dan kru darat, C-17 sering dijuluki sebagai “The Moose” (Rusa Besar).
Julukan tersebuti muncul karena suara unik yang dihasilkan oleh lubang ventilasi sayap saat pesawat sedang diisi bahan bakar di darat, yang terdengar seperti lenguhan rusa Moose. (RNS)

“Ditambahkan bahwa USAF telah merencanakan penggunaan armada C-17A Globemaster III hingga tahun 2075, yang artinya pesawat ini akan digunakan selama satu abad alias 100 tahun.”
WindRunner apa kabar? 🤔