Angkatan Laut AS akan menerima kapal selam nuklir kelas Columbia pertama pada tahun 2028

USS District of ColumbiaUS Navy

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (US Navy) dijadwalkan menerima kapal selam nuklir kelas Columbia pertamanya, USS District of Columbia (SSBN-826), pada tahun 2028. Pengadaan ini sebagai bagian dari program penggantian armada kapal selam kelas Ohio yang sudah tua.

US Navy menargetkan untuk mengganti 14 kapal selam rudal balistik kelas Ohio. Kapal selam pertama kelas ini, USS Ohio (SSBN-726), beroperasi sejak 11 November 1981.

Pengerjaan USS District of Columbia saat ini telah mencapai sekitar 65–66 persen. Kapal akan diserahkan setelah implementasi rencana percepatan yang bertujuan untuk memulihkan margin jadwal.

Meskipun pengerjaan SSBN-826 telah melewati ambang batas 60%, program ini menghadapi tekanan jadwal yang signifikan.

General Dynamics Electric Boat dan Newport News Shipbuilding tengah berupaya keras mengatasi kendala rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja terampil yang sempat menghambat progres di awal tahun 2024.

Untuk memitigasi keterlambatan, US Navy telah mengucurkan dana tambahan guna memperkuat ekosistem pemasok industri pertahanan bawah laut.

Target utamanya adalah memastikan kapal pertama ini siap melakukan patroli pencegahan nuklir (deterrence patrol) perdana pada tahun 2031.

Dibandingkan dengan pendahulunya (kelas Ohio), kelas Columbia membawa lompatan teknologi yang krusial.

USS District of Columbia menggunakan reaktor nuklir yang dirancang untuk bertahan selama seluruh masa pakai kapal, yaitu sekitar 42 tahun.

Artinya, kapal ini tidak perlu menjalani proses mid-life refueling yang memakan waktu bertahun-tahun, sehingga lebih efisien secara operasional.

Kelas Columbia akan menjadi kapal selam pertama AS yang menggunakan penggerak elektrik yang jauh lebih senyap dibandingkan sistem mekanis tradisional, membuatnya sangat sulit dideteksi oleh sonar lawan.

Kapal sekan ini akan dilengkapi dengan 16 tabung rudal untuk mengusung rudal balistik Trident II D5, yang merupakan pilar utama dari “Triad Nuklir” Amerika Serikat.

Mengingat kapal selam kelas Ohio akan mulai pensiun secara bertahap pada tingkat satu kapal per tahun mulai akhir 2020-an, margin kesalahan untuk program Columbia sangatlah tipis.

US Navy mendapat tantangan harus memastikan setidaknya 10 hingga 12 kapal selam rudal balistik selalu siap operasional setiap saat untuk menjamin keamanan global.

Fitur USS District of Columbia (SSBN-826)

USS District of Columbia memiliki panjang 171 m, lebar 13 m, dan bobot benam 20.810 ton saat menyelam. Ini menjadikannya kapal selam terbesar yang pernah dibangun oleh Amerika Serikat, sedikit lebih besar dari kelas Ohio.

Kapal selam ini menggunakan reaktor nuklir generasi terbaru yang dirancang untuk beroperasi selama 42 tahun tanpa perlu pengisian ulang bahan bakar (refueling). Ha ini akan menghemat waktu pemeliharaan bertahun-tahun dibandingkan kelas Ohio.

Tidak seperti kapal selam sebelumnya yang menggunakan turbin gas untuk memutar baling-baling secara mekanis, kelas Columbia menggunakan motor listrik. Teknologi ini jauh lebih senyap, mengurangi jejak akustik secara drastis sehingga sangat sulit dideteksi oleh sonar musuh.

Teknologi Pump-Jet Propulsor menggantikan baling-baling konvensional untuk mengurangi kavitasi (gelembung udara yang bising), memungkinkannya bergerak lebih cepat namun tetap senyap.’

Dalam hal persenjataan, seperti telah disinggung tadi, SSBN-826 dilengkapi dengan 16 tabung rudal balistik. Meskipun jumlahnya lebih sedikit dibanding kelas Ohio (24 tabung), efisiensi dan keandalan sistemnya jauh lebih tinggi.

Kapal selam ini dilengkapi dengan rudal utama Trident II D5 Life Extension (LE), yang merupakan rudal balistik antarbenua (SLBM). Rudal ini mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir (MIRV) dengan presisi tinggi. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *