Rusia dan India terus meningkatkan rudal jelajah BrahMos ke varian hipersonik

Rudal BrahMos mencapai jarak jangkau 450 kmIAF

AIRSPACE REVIEW – Rusia dan India terus meningkatkan rudal jelajah BrahMos. Selain memproduksi bersama rudal tersebut, kedua negara juga terlibat dalam pengembangan teknologi hipersonik.

CEO dan Kepala Perancang Asosiasi Penelitian dan Produksi Mesin (NPO Mashinostroyeniya), Alexander Leonov, mengatakan hal itu pada Diskusi Akademik Korolev tentang Kosmonautika.

“Kami terus memodernisasi rudal-rudal ini, meningkatkan karakteristiknya. Karena itulah, ini adalah pekerjaan yang berkelanjutan. Di bawah proyek BrahMos, pekerjaan juga sedang dilakukan pada rudal berukuran kecil dan teknologi hipersonik,” kata Leonov dikutip TASS pada 30 Januari 2026.

Pekerjaan di bawah proyek BrahMos dimulai pada tahun 1998. Pengiriman rudal secara serial kepada militer India dimulai sejak tahun 2004.

“Angkatan Bersenjata India, termasuk Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut membeli sejumlah besar rudal ini,” lanjut leonov.

Saat ini, India dan Rusia sedang mengembangkan “rudal ukuran kecil”, yang tidak lain merujuk pada BrahMos-NG (Next Generation).

Rudal ini dirancang agar lebih ringan dan lincah sehingga bisa dipasang pada jet tempur yang lebih kecil, seperti HAL Tejas, tanpa mengurangi kecepatan supersoniknya.

BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik tercepat di dunia dengan kecepatan sekitar Mach 2,8. Pengembangan ke kecepatan hipersonik (di atas Mach 5) adalah tantangan teknik yang luar biasa besar karena membutuhkan material tahan panas ekstrem dan mesin scramjet.

Rudal BrahMos terus diperbarui sistem perangkat lunak dan jangkauannya agar tetap sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara modern.

BrahMos telah dikembangkan dalam berbagai varian untuk menyesuaikan dengan platform peluncuran, baik darat, laut, dan udara.

Varian BrahMos dikelompokkan berdasarkan platform peluncurannya. Varian berbasis kapal permukaan diluncurkan secara vertikal atau miring dari kapal perang. Rudal ini digunakan untuk menyerang kapal lain atau target di darat.

BrahMos yang berbasis di darat. diluncurkan dari kendaraan peluncur Mobile Autonomous Launcher (MAL). Rudal ini biasanya digunakan oleh angkatan darat untuk serangan presisi ke wilayah musuh.

Kemudian rudal BrahMos berbasis udara atau sering disebut BrahMos-A. Varian ini lebih ringan dan dipasang pada jet tempur Sukhoi Su-30MKI. BrahMos-A dilengkapi sirip tambahan untuk stabilitas saat dijatuhkan dari udara sebelum mesinnya menyala.

Namun seringan-ringannya BrahMos-A, rudal ini berbobot sekitar 2,5 ton dan panjang 8,5 m. BrahMos-A dapat menjangkau jarak 450-500 km.

Ada juga rudal BrahMos varian untuk diluncurkan dari kapal selam. Rudal ini dirancang untuk diluncurkan dari tabung vertikal di dalam kapal selam saat berada di kedalaman sekitar 40-50 m.

Berdasarkan jangkauannya, terdapat rudal BrahMos varian ER (Extended Range). BrahMos-ER memiliki jangkauan hingga 800 km, bandingkan dengan rudal standar untuk angkatan laut/angkatan darat yang jangkauannya terpendeknya mencapai 290 km. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *