Fasilitas Alabuga Rusia Mampu Produksi 3.000 Drone Geran-2 Per Bulan
Russian MoDAIRSPACE REVIEW – Fasilitas produksi Alabuga di Republik Tatarstan, Federasi Rusia dilaporkan mampu memproduksi lebih dari 3.000 unit drone kamikaze berbahan bakar bensin Geran-2 per bulan, di samping lebih dari 3.500 unit UAV bermesin jet berjenis Geran-4 dan Geran-5.
Lonjakan kapasitas manufaktur yang masif ini terungkap melalui studi terbaru dari lembaga riset asal Amerika Serikat, Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Temuan tersebut menyoroti bagaimana bantuan industri sistematis dari China menjadi kunci utama yang memungkinkan Rusia mencapai angka produksi setinggi itu.
Berdasarkan data CSIS sepanjang tahun 2024, China tercatat telah memasok lebih dari 685.000 komponen mesin drone senilai sekitar 900.000 USD serta mengirimkan 7.800 unit baterai lithium-ion ke fasilitas Alabuga.
Tidak hanya menyuplai komponen mentah, pihak China juga menyediakan seluruh lini produksi yang digunakan untuk merakit kerangka udara (airframes) drone jarak jauh.
Kerja Sama Mitra Industri
Dukungan ini kian diperkuat oleh keterlibatan langsung otoritas China dalam memfasilitasi hubungan kerja sama antara kontraktor Rusia dan mitra-mitra industri di China guna memperlancar pendirian jalur manufaktur tersebut.
Di sisi teknologi, insinyur Rusia memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan dari Beijing Institute of Microelectronics Technology untuk merancang antena anti-jamming internal pada drone Shahed.
Selain itu, China turut menyuplai antena navigasi satelit canggih buatan perusahaan Harxon, yang dilaporkan dikirimkan dengan menyamar sebagai komoditas barang pertanian.
Rangkaian pasokan ini memperjelas peran krusial rantai pasok global asal China dalam menopang kompleks militer-industri Rusia, yang sebelumnya juga tercatat membantu melipatgandakan kapasitas produksi rudal balistik 9M723 Iskander. (PN)
