Tu-22M3 Rusia Kembali Beraksi, Luncurkan Rudal Supersonik Kh-22/32 ke Wilayah Ukraina

Tu-22M3 menembakkan rudal Kh-22 ke UkrainaRussian MoD
Tu-22M3 menembakkan rudal Kh-22 ke Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Pesawat pengebom strategis Tu-22M3 Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) kembali beraksi meluncurkan rudal jelajah supersonik Kh-22/32 untuk menggempur wilayah Ukraina pada Sabtu (17/10/2026) dini hari.

Langkah ini menandai pertama kalinya jenis persenjataan berkecepatan tinggi tersebut dikerahkan kembali dari udara sejak serangan terakhir yang tercatat pada pertengahan Juli lalu.

Berdasarkan laporan resmi Komando Angkatan Udara Ukraina, armada pengebom Tu-22M3 tersebut melepaskan rudal-rudalnya saat melintas di atas kawasan Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia.

Aksi armada Tu-22M3 ini menjadi bagian utama dari gelombang serangan udara gabungan berskala besar yang diluncurkan militer Rusia sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi.

Iskander-M dan Kalibr

Selain rudal supersonik yang dilepaskan dari pesawat pengebom tersebut, Rusia juga meluncurkan rudal balistik Iskander-M/KN-23 dari wilayah Voronezh dan Rostov, serta empat rudal jelajah Kalibr berbasis laut dari Novorossiysk.

Serangan makin intensif dengan dikerahkannya 332 drone tempur tipe Shahed (31 di antaranya menggunakan mesin jet) bersama sederet drone pengecoh seperti S-8000 Banderol, Gerbera, dan Parody.

Meski dihantam serangan mendadak dari berbagai arah, sistem pertahanan udara Ukraina dilaporkan berhasil menetralkan sebagian besar ancaman yang datang.

Militarnyi melaporkan, secara keseluruhan, sebanyak 293 target musuh berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan, mencakup empat rudal jelajah Kalibr dan 289 drone.

Pengoperasian kembali armada Tu-22M3 untuk mengusung Kh-22/32 ini mengakhiri masa jeda sejak penerbangan tempur terakhir yang terdeteksi di wilayah Laut Hitam pada 16 Juli lalu. Setelah laporan peluncuran serupa ke Odesa pada 19 Juli, tidak pernah dikonfirmasi lagi secara resmi oleh militer Ukraina.

Kembali beraksinya Tu-22M3 mengusung amunisi ini menjadi perhatian khusus mengingat karakteristik Kh-32 yang merupakan versi modernisasi dari Kh-22 era 1960-an.

Rudal yang resmi beroperasi sejak 2018 dan dikembangkan oleh Raduga State Machine Building Design Bureau ini memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dengan kecepatan menjangkau 3,5 hingga 4,6 Mach.

Saat dilepaskan dari ketinggian oleh pesawat pembom Tu-22M3, rudal ini mampu menukik tajam menuju sasaran dengan menggabungkan profil penerbangan rudal jelajah dan balistik, menjadikan hulu ledak 700 kg sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara lawan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *