Ngeri, Drone Fire Storm 250 Dipersenjatai Senapan Mesin M250

Drone quadcopter dilengkapi senapan mesin M250IAI
Drone quadcopter dilengkapi senapan mesin M250.

AIRSPACE REVIEW – Israel Aerospace Industries (IAI) bersama produsen senjata asal Amerika Serikat, Sig Sauer, sukses menggelar uji coba penembakan udara menggunakan drone quadcopter berat yang dilengkapi senapan mesin ringan M250.

Dalam pengujian yang menyimulasikan kondisi medan perang tersebut, drone Fire Storm 250 berhasil melayang di udara, mengidentifikasi sasaran melalui kamera onboard, serta melepaskan tembakan dalam mode tunggal maupun semi-otomatis dari berbagai jarak dan ketinggian.

Pengembangan drone ini tergolong sangat cepat sejak pertama kali diperkenalkan pada Oktober tahun lalu.

Fire Storm 250 mengintegrasikan sistem senjata kendali jarak jauh mikro (Micro-Remote-Controlled Weapon System/RCWS) berbobot 24 kg milik Sig Sauer serta senapan M250,.

Senapan M250 adalah platform senjata baru yang disiapkan untuk menggantikan M249 Squad Automatic Weapon di Angkatan Darat AS (US Army).

Kombinasi ini memungkinkan drone membawa hingga 200 putaran amunisi, baik dalam kaliber 6.8×51 mm versi standar AS maupun varian 7.62×51 mm yang telah digunakan Pasukan Pertahanan Israel sejak 2025.

Daya Tahan Terbang 2 Jam

Dirancang untuk mendampingi unit-unit taktis di garis depan dengan dukungan personel terbatas, Fire Storm 250 memiliki daya tahan terbang hingga dua jam dan mampu lepas landas secara vertikal (VTOL).

Mesin pembakaran pada drone ini juga dapat beroperasi menggunakan berbagai jenis bahan bakar jet, sehingga memudahkan proses pengisian ulang dan penggunaan kembali di lapangan.

Selain itu, sistem pengintaiannya menggabungkan data sensor dan kendali tembak secara waktu nyata untuk mempercepat siklus pelacakan hingga penembakan (sensor-to-shooter).

Meskipun menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu deteksi dan pelacakan target, kedua perusahaan menegaskan bahwa kendali penembakan tetap mengusung prinsip human-in-the-loop.

Artinya, keputusan akhir untuk melepaskan tembakan sepenuhnya berada di tangan operator manusia berdasarkan umpan visual dari drone.

General Manager SIG SAUER di Israel, Sali Okanin, menyebut integrasi M250 yang lebih ringan dan memiliki jangkauan lebih jauh ini sebagai bukti bahwa efisiensi bobot senjata tidak hanya menguntungkan pasukan darat, tetapi juga membuka peluang besar bagi kapabilitas tempur berbasis drone. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *