Modifikasi Baru Drone Kamikaze Geran Rusia: Diduga Sistem Pemandu Presisi Tambahan
Topwar.ruAIRSPACE REVIEW – Drone penyerang seri Geran milik Rusia terus menunjukkan serangkaian peningkatan teknis di lapangan. Sejumlah modifikasi terbaru pada bagian hidung drone tersebut menarik perhatian para pakar militer dan pengamat pertahanan.
Sebelumnya, penasihat militer Ukraina, Serhiy Beskrestnov (yang biasa dipanggil “Flash”), mengulas fungsi tabung tegak lurus yang terpasang pada bagian hidung drone kamikaze Geran.
Disebutkan, komponen yang sempat dijuluki “kumis” tersebut dipastikan sebagai detonator mekanis sederhana.
Di dalam tabung logam tersebut terdapat batang yang akan menutup kontak listrik secara mekanis saat berbenturan dengan rintangan untuk memicu ledakan.
Sistem ini dinilai sangat efektif dan ekonomis karena tetap menjamin ledakan hulu ledak meskipun drone hanya menyenggol tipis sasaran.
Inovasi Baru di Bagian Depan
Baru-baru ini, beredar foto terbaru yang memperlihatkan drone Geran dilengkapi dengan perangkat tambahan lain di bagian hidung. Fungsi pasti dari komponen baru tersebut masih menjadi teka-teki bagi para analis, tulis VPK Name.
Melihat posisi pemasangannya, perangkat tersebut diduga kuat sebagai sistem pemandu presisi tinggi tambahan.
Kemungkinan lainnya, komponen tersebut merupakan peralatan perang elektronik (EW), modul komunikasi tambahan, atau varian detonator yang telah ditingkatkan fungsinya.
Temuan Drone Sayap Cincin
Selain modifikasi pada drone Geran, sebuah foto drone berukuran kecil yang diduga berhasil diintersepsi menggunakan perangkat perang elektronik juga beredar di saluran militer.
Drone jenis kopter tersebut memiliki desain sayap melingkar (ring wing) yang menyerupai bentuk piringan terbang (UFO).
Rancang bangun aerodinamis yang tidak biasa ini diperkirakan dapat memberikan karakteristik kendali serta performa jelajah yang berbeda dari drone konvensional.
Pengembangan berkelanjutan pada drone seri Geran menegaskan dinamika taktik perang nirawak yang terus beradaptasi dengan cepat di garis depan.
Dengan menerapkan modifikasi yang terjangkau namun tepat guna, pengembang drone Rusia berupaya menjaga keunggulan penembusan benteng pertahanan udara lawan sekaligus meminimalisasi risiko kegagalan alutsista akibat penawaran taktis musuh.
Langkah improvisasi lapangan ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi drone tempur berevolusi secara intensif berdasarkan pengalaman tempur langsung di medan perang. (PN)
