BLADE Ajukan Hunter WOLF, Robot Keledai untuk US Army
BLADEAIRSPACE REVIEW – BLADE, perusahaan robotika yang sebelumnya dikenal sebagai HDT, telah mengajukan kendaraan darat tak berawak (UGV) Hunter WOLF rancangannya untuk inisiatif ILTM (Infantry Last Tactical Mile) Angkatan Darat AS (US Army).
Program ILTM ini adalah upaya US Army mendapatkan kendaraan an robotik serbaguna untuk beroperasi di dekat garis depan medan pertempuran.
Kendaraan yang dijuluki sebagai Robot Keledai ini digunakan memindahkan amunisi dan perbekalan ke depan, atau membawa korban luka kembali. Beroperasi secara otonom atau tanpa melibatkan prajurit secara langsung untuk mengoperasikannya.
BLADE merupakan salah satu dari enam vendor yang dipilih untuk program tersebut pada bulan Agustus 2026, bersaing dengan Maren-Go, Overland AI, Forterra, Hendrick’s Motorsports, dan American Rheinmetall.
Para vendor akan mengirimkan prototipe siap produksi yang akan melalui serangkaian demonstrasi dan penilaian, diakhiri dengan penilaian operasional bersama unit Angkatan Darat pada awal tahun 2027.
US Army dan Departemen Perang AS (DoW) akan menguji coba robot-robot tersebut di Camp Grafton, North Dakota, pada 19-23 Oktober 2026, dengan kegiatan yang disebut sebagai GroundBreaker 1.
Dengan umpan balik dimaksudkan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan produksi untuk sistem infanteri otonom serbu generasi berikutnya tersebut.
Kapasitas Muatan 1.270 Kg
Hunter WOLF (Wheeled Offload Logistics Follower) dibekali dengan sistem propulsi hibrida diesel-listrik, dengan sistem penggerak beroda 6×6 yang dapat membawa muatan hingga 1.270 kg.
Kendaraan dapat beroperasi di segala medan, termasuk melaju melalui hutan lebat, mendaki tanjakan 60 persen, dan melintasi lereng samping 40 persen. Jangkauan operasinya mencapai 322 km.
Kelebihan lain dari Hunter WOLF yakni dapat memasok daya listrik untuk ke peralatan lain di lapangan.
Untuk spesifikasinya, Hunter WOLF berdimensi panjang 2,3 m, lebar 1,4 m, dan tinggi 1,17 m, dengan berat kosong sekitar 1.100 kg.
Dengan dimensinya yang kompak, kendaraan dapat dimuat kedalam pesawat V-22 Osprey dan C-130J Super Hercules. (RBS)
