Airbus Mulai Produksi Helikopter H225M Caracal untuk Pasukan Khusus Belanda

Helikopter Airbus H225M CaracalDutch MoD
Helikopter Airbus H225M Caracal.

AIRSPACE REVIEW – Airbus Helicopters resmi memulai proses manufaktur unit pertama helikopter militer H225M Caracal yang dipesan khusus untuk Angkatan Bersenjata Belanda.

Produksi perdana ini dimulai di fasilitas utama Airbus di Marignane, Prancis selatan, sebagai bagian dari kontrak pengadaan 12 unit helikopter guna memperkuat kapasitas dukungan udara pasukan khusus Belanda.

Program modernisasi strategis ini dirancang untuk menggantikan armada helikopter AS532U2 Cougar yang selama ini diandalkan militer Belanda.

Berdasarkan jadwal, rangkaian pengujian terbang unit pertama direncanakan mulai berlangsung pada tahun 2028, sementara pengiriman penuh kepada pihak militer akan dimulai pada awal tahun 2030 dan dijadwalkan rampung secara keseluruhan pada 2032.

Beragam Fitur Canggih

Masuk dalam keluarga besar helikopter Super Puma, H225M Caracal dirancang secara khusus untuk menjalankan berbagai misi militer kompleks.

Helikopter ini memiliki fleksibilitas tinggi dalam hal transportasi taktis pasukan, infiltrasi serta ekstraksi tim khusus, evakuasi medis (MEDEVAC), hingga operasi pencarian dan penyelamatan tempur (CSAR).

Untuk memenuhi spesifikasi khusus militer Belanda, armada Caracal ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur mutakhir, seperti sonda pengisian bahan bakar di udara (in-flight refueling), sistem apung darurat, serta menara sensor canggih di bagian depan.

Seluruh perlengkapan tersebut dihadirkan untuk memaksimalkan otonomi terbang, kesadaran situasional, serta kemampuan operasional lintas medan, baik di darat maupun maritim.

Nantinya, armada baru ini akan ditempatkan di bawah Skuadron 300 di Pangkalan Udara Gilze-Rijen, di bawah Komando Helikopter Pertahanan Belanda.

Kehadiran Caracal tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas operasional pasukan khusus darat dan laut, tetapi juga dirancang agar terintegrasi penuh dengan alutsista strategis lainnya milik Belanda, seperti jet tempur F-35 dan pesawat angkut Embraer C-390M, guna memperkuat efektivitas misi bersama aliansi NATO. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *