Korpasgat Sandang Malyuk, Senapan Serbu Bullpup Ukraina yang Telah Teruji Perang

AIRSPACE REVIEW – Dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 yang dilaksanakan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, terlihat penampakan alutsista baru yang disandang oleh para prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU, yakni senapan serbu Malyuk asal Ukraina.
Dalam foto yang dipublikasikan oleh Getty Images, senapan serbu tersebut terlihat berkonfigurasi bullpup (mekanisme senjata dan magazennya terletak di belakang pelatuk), dengan mengusung munisi kaliber 7.62×39 mm.
Saat ini belum diketahui berapa banyak senapan serbu Malyuk yang diterima unit tentara Indonesia atau bagaimana statusnya, apakah merupakan bagian dari perlengkapan standar atau dalam tahap uji coba.
Tidak ada pula informasi yang tersedia untuk umum mengenai penandatanganan kontrak produksi oleh Indonesia untuk pembelian senapan Malyuk tersebut.
Pasca Uni Soviet Runtuh
Berdasarkan sejarahnya Malyuk mulai dikembangkan di Ukraina pada tahun 1993, tak lama setelah berpisah Uni Soviet runtuh pada Desember 1991. Senapan serbu baru ini dirancang untuk menggantikan keluarga AK-47/AK-74.
Awalnya proyek ini dinamakan sebagai Vepr (Celeng), yang dirancang oleh Pusat Litbang Badan Antariksa Nasional untuk rekayasa presisi.
Hingga Oktober 1994, senapan serbu bullpup ini hanya dibuat sepuluh unit saya dan programnya tak pernah berlanjut hingga masuk jalur produksi.
Namun proyeknya kembali dihidupkan pada 2005, dirancang ulang oleh Interproinvest (IPI) dengan nama baru Malyuk (Small One). Produksinya dipercayakan kepada Pabrik Manufaktur Perakitan Krasyliv.
Pengembangannya didasarkan pada kontrak yang ditempatkan oleh Dinas Keamanan Ukraina pada tahun 2008.
Menghemat biaya dan waktu pengembangan, sebagian besar komponen Malyuk mengadopsi milik AK-74.
Malyuk menawarkan dua versi sekaligus, dengan kaliber 5,45×39 mm dan 7,62×39 mm. Kapasitas magasinnya berisi 30 butir peluru. Jangkauan tembak efektifnya hingga jarak 500 m.
Dari penampilannya, desain Malyuk terlihat kompak, memiliki panjang total 71,2 cm, panjang larasnya saja 41,5 cm dan beratnya 3,8 kg.
Senapan ini memulai debutnya pada 2015 di Arms & Security Expo di Kyiv pada 2015 dan di luar Ukraina pada Pameran Industri Pertahanan Internasional di Istanbul, Turkiye, Mei 2015.
Teruji Perang di Palagan Ukraina
Pada 2016, diketahui sebanyak 200 pucuk Malyuk mulai dikirimkan ke Angkatan Darat Ukraina untuk diujicobakan.
Malyuk pun telah mendapatkan cap battle proven, saat senapan serbu ini digunakan pasukan Ukriana menghadapi invasi Rusia sejak Februari 2022.
Dalam perang negara bertetangga ini, Malyuk digunakan oleh unit pasukan khusus Ukraina, Garda Nasional Ukraina, termasuk Batalyon Azov, dan Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina. (RBS)
