Argentina Kembali Menerima 6 F-16 Eks Denmark, Total Selusin Sudah Dimiliki
FAAAIRSPACE REVIEW – Enam unit jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Argentina (FAA) mendarat di Pangkalan Udara Natal, Rio Grande do Norte, Brasil, pada Senin sore, 28 September 2026.
Kedatangan armada jet tempur tersebut menandai penyelesaian penyeberangan lintas Samudra Atlantik yang berangkat dari Kepulauan Canary, Spanyol, dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling) dari dua pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Pengiriman lintas benua ini merupakan gelombang kedua dari paket transfer F-16 bekas pakai Denmark menuju Argentina, yang dikawal langsung oleh satu unit KC-130H Hercules dan satu pesawat Boeing 737-700 sebagai pendukung logistik misi.
Empat F-16AM dan Dua F-16BM
Armada gelombang kedua ini terdiri dari empat unit F-16AM varian kursus tunggal dan dua unit F-16BM varian kursus ganda yang telah melalui proses modernisasi.
Sebelum melintasi Atlantik menuju Brasil, penerbangan F-16 Argentina sempat tertahan beberapa hari akibat cuaca buruk di wilayah lautan, setelah sebelumnya menempuh rute penerbangan dari Skrydstrup di Denmark, Zaragoza di Spanyol, hingga Gran Canaria.
Pangkalan Udara Natal di Brasil kembali dipilih sebagai titik persinggahan teknis utama untuk pengisian bahan bakar darat dan persiapan penerbangan lanjutan, mengulang rute yang sama saat pengiriman gelombang pertama F-16 Argentina pada Desember 2025 lalu.
Setelah menyelesaikan persinggahan di Brasil, keenam jet tempur F-16 tersebut dijadwalkan melanjutkan penerbangan tahap akhir menuju Area Material Río Cuarto di Provinsi Córdoba, Argentina.
Fasilitas di Córdoba tersebut difungsikan sebagai pangkalan penerimaan dan penyiapan teknis sementara, sembari menunggu rampungnya penyiapan infrastruktur di Brigade Udara VI di Tandil yang diproyeksikan menjadi markas operasional utama armada F-16.
12 dari 24 yang Diakuisisi
Dengan tibanya gelombang kedua ini, FAA kini telah menerima total 12 unit dari keseluruhan 24 unit F-16 yang dibeli dari Denmark.
Pengiriman ini sekaligus mempercepat program pelatihan pilot dan teknisi lokal di bawah payung program Peace Cóndor guna memulihkan kembali kemampuan daya tempur udara supersonik Argentina.
Operasi penyeberangan Atlantik ini turut menegaskan kembali peran strategis pangkalan udara di wilayah timur laut Brasil sebagai titik penyeimbang logistik penerbangan militer internasional antara Eropa dan Amerika Selatan.
Bagi jet tempur seperti F-16 yang memiliki keterbatasan kapasitas bahan bakar internal, skema penerbangan jarak jauh ini membutuhkan presisi tinggi yang menggabungkan tangki bahan bakar eksternal (drop tank), perencanaan rute yang matang, serta eksekusi pengisian bahan bakar di udara secara berkala.
Tanpa kehadiran pesawat tanker KC-135R milik AS, rute penerbangan langsung menembus Samudra Atlantik akan sangat berisiko dan hampir mustahil dilakukan oleh jet tempur sekelas F-16.
Peningkatan jumlah armada ini menjadi batu loncatan penting bagi modernisasi militer Argentina yang sempat kehilangan kemampuan penyergapan supersonik selama bertahun-tahun pasca-pensiunnya armada Mirage.
Integrasi berkelanjutan 12 unit F-16 pertama ini tidak hanya mencakup kesiapan fisik badan pesawat, tetapi juga pembentukan ekosistem pendukung seperti fasilitas perawatan berkala, rantai pasok suku cadang, hingga peningkatan kualifikasi instruktur penerbang. (RW)
