Klaim Kuasai Khripuny, Rusia Laporkan Perluasan Pengepungan Pasukan Ukraina di Kharkiv

Brigade Artileri Rusia dengan serangan BM-27 Uragan MLRS.Sergey Bobylev/Sputnik
Brigade Artileri Rusia dengan serangan BM-27 Uragan MLRS.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Rusia pada 27 September melaporkan pasukan militernya berhasil merebut kendali atas wilayah Khripuny di Wilayah Kharkiv, Ukraina.

Keberhasilan ini dicapai oleh Kelompok Pasukan (Battlegroup) North yang terus memperketat pengepungan terhadap unit-unit militer Ukraina di bagian timur laut Kharkiv sekaligus memperluas zona kendali mereka.

Selain menguasai Khripuny, pasukan Rusia juga tengah terlibat pertempuran sengit untuk menguasai pemukiman Nesternoye, Lukashovo, Grachovka, serta kota Prikolotnoye, di samping menggagalkan dua upaya pasukan Ukraina untuk menerobos pengepungan di dekat desa Nefedovka.

Di wilayah Republik Rakyat Donetsk (DPR), Kelompok Pasukan Center melanjutkan operasi ofensif ke arah barat laut kota Dobropolye.

Dalam operasi tersebut, militer Rusia mengklaim telah merebut 94 bangunan serta mengeliminasi puluhan tentara Ukraina yang terisolasi di distrik barat dan timur kota tersebut.

Eliminasi 1.515 Personel

Secara umum, dalam rentang waktu 24 jam terakhir, serangan presisi Rusia menyasar fasilitas infrastruktur transportasi, energi bahan bakar penyokong militer Ukraina, pabrik pembuat drone beserta komponennya, hingga lokasi penempatan sementara milisi serta tentara bayaran asing di 149 titik lokasi.

Kementerian Pertahanan Rusia juga merilis estimasi kerugian di pihak Ukraina selama sehari terakhir yang mencapai sekitar 1.515 personel militer di seluruh zona operasi.

Rincian kerugian tersebut tersebar di berbagai sektor pertempuran, di antaranya lebih dari 300 personel di area Kelompok Pasukan North, 420 personel di sektor Kelompok Pasukan Center, hingga ratusan personel lainnya di wilayah operasional Kelompok Pasukan West, South, East, dan Dnepr.

Di domain udara, sistem pertahanan udara Rusia mengklaim telah menjatuhkan empat bom udara terpandu, satu roket HIMARS buatan Amerika Serikat, serta 505 drone sayap tetap milik Ukraina.

Serangan Udara Jarak Jauh

Sementara itu, laporan independen dan analisis medan tempur dari Institute for the Study of War (ISW) mencatat bahwa intensifikasi pertempuran di sektor timur laut Kharkiv turut dibayangi oleh kampanye serangan udara jarak jauh Rusia yang kian gencar.

Selain mengincar posisi garis depan, Rusia mengarahkan gelombang serangan drone Shahed dan rudal untuk merusak infrastruktur energi, pusat data telekomunikasi, serta jaringan logistik kereta api Ukraina guna melumpuhkan rantai pasokan militer menuju Kharkiv.

Di sisi lain, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina merespons klaim Moskow dengan menegaskan bahwa pasukan mereka tetap memberikan perlawanan sengit dan melancarkan serangan balasan di beberapa sektor kritis.

Pihak Kyiv melaporkan bahwa pertahanan udara Ukraina berhasil mematahkan sebagian besar serangan drone Rusia di wilayah udara Kyiv, Odesa, dan Zaporizhzhia, sembari mengeklaim bahwa pasukan darat Ukraina terus menahan pergerakan musuh dan menyeimbangkan situasi medan tempur di sepanjang garis depan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *