Gantikan tank C1 Ariete Jadul, Italia Bangun 132 MBT Baru

Italia bangun lebih 100 NMBT untuk gantikan tank jadul C1 Ariete.LRMV
Italia bangun lebih 100 NMBT untuk gantikan tank jadul C1 Ariete.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Italia resmi menyiapkan anggaran raksasa senilai 5,86 miliar USD (sekitar Rp95 triliun) untuk mengembangkan tank tempur utama (MBT) generasi terbaru.

Program yang terdaftar resmi di basis data Badan Anti Korupsi Nasional Italia (ANAC) pada 21 September 2026 ini menargetkan pengadaan sekitar 132 unit tank baru beserta kendaraan pendukungnya hingga tahun 2038.

Armada baru ini akan menggantikan tank veteran C1 Ariete yang telah memperkuat militer Italia sejak era 1990-an.

Kolaborasi Strategis Italia dan Jerman

Proyek bernilai fantastis ini diberi nama New Main Battle Tank (NMBT). Pembangunannya digarap oleh Leonardo Rheinmetall Military Vehicles (LRMV), sebuah perusahaan patungan antara raksasa pertahanan Italia, Leonardo, dan produsen alutsista Jerman, Rheinmetall.

Dalam pembagian kerjanya, Rheinmetall bertanggung jawab merancang platform dan sasis kendaraan. Sementara itu, Leonardo menangani seluruh sistem elektronik serta persenjataan.

Sebanyak 60 persen porsi pengerjaan, termasuk perakitan akhir, pengujian, pengiriman, hingga dukungan logistik jangka panjang, akan dipusatkan di fasilitas industri pertahanan dalam negeri Italia.

Dirancang dari Nol

Berbeda dengan tank generasi lama, NMBT dirancang dari nol untuk menjawab tantangan tempur masa kini.

Tank ini menggabungkan lapisan pelindung komposit canggih dengan sistem perlindungan aktif (APS) untuk menangkis peluru penembus lapis baja hingga ancaman serangan drone kamikaze.

Pada pameran pertahanan Eurosatory di Paris pada Juni 2026, LRMV sempat memamerkan model konsep awal yang mengawinkan sasis Leopard 2A4 dengan turret (menara meriam) baru.

Namun untuk versi produksi massalnya nanti, NMBT dipastikan menggunakan sasis baru yang memiliki mobilitas dan tingkat perlindungan jauh lebih tinggi.

Persenjataan Berat dan Fitur Peluncur Drone

Sebagai senjata utama, NMBT dibekali kanon laras halus (smoothbore) berkaliber 120 mm yang dilengkapi sistem pengisi peluru otomatis (autoloader) berkapasitas 20 amunisi siap tembak.

Sistem ini juga dirancang fleksibel untuk ditingkatkan ke meriam berkaliber lebih besar 130 mm di masa depan.

Untuk persenjataan sekunder, tank ini dilengkapi senapan mesin 12,7 mm di samping meriam utama.

Tak hanya itu, dipasang pula menara senjata jarak jauh (RCWS) berkaliber 30 mm yang khusus disiagakan untuk melumpuhkan drone musuh di udara.

Menariknya, prototipe NMBT juga dibekali peluncur amunisi jelajah (loitering munition) atau drone kamikaze skala kecil.

Fitur canggih ini memungkinkan awak tank untuk menyerang target darat bergerak maupun statis yang berada di luar jangkauan visual langsung. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *