Super Garuda Shield 2026 Berakhir, Kemitraan Militer AS dan Indonesia Makin Kokoh

Latihan Super Garuda Shield 2026 berakhirSuper Garuda Shield
Latihan Super Garuda Shield 2026 berakhir.

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat dan Indonesia resmi menutup rangkaian latihan militer gabungan dan multinasional Super Garuda Shield 2026. Penutupan ini menandai suksesnya pelaksanaan latihan berskala besar yang telah berlangsung selama dua minggu di sejumlah lokasi strategis, meliputi Baturaja, Lampung, Bandung, hingga Kalimantan Utara.

Latihan yang disponsori oleh Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (US INDOPACOM) dan dipimpin langsung oleh Indonesia ini melibatkan sekitar 5.000 personel militer dari berbagai negara.

Tingginya partisipasi multinasional ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat dimensi strategis Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama antara Amerika Serikat dan Indonesia, sekaligus menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka.

Selama dua pekan penuh, para peserta mengasah kemampuan tempur serta kesiapsiagaan operasional melalui serangkaian skenario latihan yang kompleks.

Cakupan latihan meliputi operasi penerjunan lintas udara, pelatihan pertempuran di medan hutan, manuver helikopter taktis, latihan staf gabungan, penanggulangan ancaman siber, serta simulasi bantuan kemantuan dan penanggulangan bencana.

Tak hanya di darat dan udara, integrasi antarangkatan juga ditunjukkan melalui manuver maritim bersama antara Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Amerika Serikat dengan TNI Angkatan Laut.

Latihan lintas domain ini memberikan kesempatan berharga bagi seluruh personel untuk meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan kerja sama di berbagai lingkungan operasi.

Komitmen di Kawasan

Selain fokus pada taktik militer, Super Garuda Shield 2026 turut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar area latihan.

Personel militer gabungan dari Amerika Serikat, Indonesia, dan negara mitra melaksanakan Engineer Civic Action Project di Baturaja dan Martapura dengan merenovasi serta memperbaiki infrastruktur sekolah setempat.

Kuasa Usaha ad interim Amerika Serikat, Joy Sakurai, menegaskan bahwa latihan ini menjadi bukti nyata komitmen kedua negara dalam meningkatkan kesiapan dan keamanan kawasan.

Ia mengaku bangga melihat kemitraan pertahanan yang dibangun tidak hanya memperkuat stabilitas regional, tetapi juga memberikan dampak positif langsung bagi warga lokal.

Sementara itu, Wakil Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Letnan Jenderal Korps Marinir George Rowell, menyempatkan diri berkunjung ke Kalimantan untuk berdiskusi dengan pimpinan senior TNI mengenai peluang perluasan latihan di masa depan.

Rowell menyampaikan rasa bangganya atas posisi AS sebagai mitra pertahanan terbesar Indonesia dalam hal jumlah kegiatan militer tahunan, sembari menekankan bahwa kemitraan yang kuat akan menciptakan stabilitas dan kesejahteraan bagi seluruh negara di kawasan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *