4 Tu-160 dan 6 Tu-95MS Rusia Lepas Landas Bersamaan, Potensi Serangan Besar
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Sebanyak 10 pengebom strategis jarak jauh Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) dikabarkan lepas landas secara bersamaan untuk menjalankan misi tempur pada malam 8 September 2026, menurut portal www1.ru.
Sumber pemantau penerbangan menginformasikan, formasi penyerang tersebut terdiri dari empat pembom supersonik Tu-160 Blackjack dan enam pembom turboprop Tu-95MS Bear.
Penerbangan bersamaan dua jenis pembom utama ini mengindikasikan persiapan serangan jarak jauh dalam skala besar.
Kedua armada pengebom strategis tersebut mengandalkan rudal jelajah stealth jarak jauh Kh-101 sebagai persenjataan utama.
Belum ada informasi lanjutan hingga saat ini dari penerbangan secara bersamaan tersebut.
White Swan dan Bear
Secara teoritis, Tu-160 yang dijuluki White Swan mampu membawa hingga 12 unit rudal Kh-101 di dalam kompartemen senjatanya.
Sementara itu, Tu-95MS juga mampu meluncurkan rudal yang sama dengan jumlah muatan yang disesuaikan berdasarkan varian dan konfigurasi pesawat.
Saat ini kekuatan armada pengebom strategis Rusia diperkirakan terdiri dari 18 hingga 20 unit Tu-160 serta 55 hingga 60 unit Tu-95MS yang masih aktif operasional.
Info Lainnya: Angkatan Dirgantara Rusia akan menerima tambahan dua pembom strategis Tu-160M baru pada akhir tahun ini
Di tengah tingginya intensitas penggunaan armada udara ini, industri pertahanan Rusia menghadapi tantangan kesiapan armada yang berbeda.
Produksi pesawat legendaris Tu-95 dipastikan tidak dapat dilanjutkan kembali karena keterbatasan rantai pasok dan modernisasi fasilitas pabrikan lama.
Sebaliknya, Rusia berhasil menghidupkan kembali lini produksi Tu-160 di Pabrik Penerbangan Kazan (KAZ), di mana setidaknya lima unit varian baru Tu-160M dilaporkan telah selesai dibangun untuk memperkuat armada pemukul jarak jauh Kremlin. (PN)
