Angkatan Laut China dan Singapura Gelar Latihan Militer di Zhanjiang: Rutin Sejak 2015
Wikipedia, XAIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut China dan Angkatan Laut Singapura menggelar latihan militer bersama bertajuk “Maritime Cooperation-2026” pada awal September 2026 ini.
Kementerian Pertahanan Nasional China, dikutip Global Times, mengumumkan latihan bilateral ini dilaksanakan di wilayah perairan serta ruang udara di sekitar Zhanjiang, Provinsi Guangdong, China Selatan.
Dikatakan, agenda utama dalam latihan tahun ini mencakup penembakan amunisi tajam (live-fire shooting), pembekalan ulang di tengah laut (underway replenishment), hingga operasi pencarian dan penyelamatan bersama (joint search and rescue).
Katihan dirancang untuk terus meningkatkan rasa saling percaya, mendorong kerja sama praktis, serta memperkuat kemampuan kedua negara dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Dilaksanakan Rutin Sejak 2015
Latihan militer “Maritime Cooperation” telah menjadi mekanisme rutin yang dilakukan secara bergantian oleh kedua negara sejak pertama kali digelar pada tahun 2015.
Skala dan pengaruh latihan ini terus berkembang secara konsisten dari tahun ke tahun.
Tahun lalu “Maritime Cooperation-2025” dilaksanakan pada 9–16 Mei 2025 di Pangkalan Angkatan Laut Changi, Singapura.
China mengerahkan kapal fregat berpeluru kendali Xuchang dan kapal pemburu ranjau Chishui, sementara Singapura mengerahkan kapal fregat kelas Steadfast dan kapal penanggulangan ranjau kelas Bedok.
Pakar militer Zhang Junshe menyoroti latihan militer China dan Singapura memiliki arti strategis dan praktis yang sangat penting.
Sesi latihan pencarian dan penyelamatan (SAR) bersama menjadi krusial mengingat Laut China Selatan merupakan jalur pelayaran internasional yang padat dengan kondisi cuaca serta hidrometeorologi yang kompleks, sehingga memicu potensi timbulnya bencana alam atau darurat maritim.
Memperdalam Kepercayaan Strategis
Di bawah ketentuan Organisasi Maritim Internasional (IMO), baik China maupun Singapura memiliki kewajiban area tanggung jawab penyelamatan di wilayah tersebut yang diemban oleh kekuatan angkatan laut masing-masing.
Sementara itu, materi penembakan amunisi tajam bertujuan mengasah keterampilan penggunaan senjata riil, sedangkan pembekalan ulang di tengah laut diuji untuk memperkuat dukungan operasional berkelanjutan saat bertugas di laut lepas.
Secara keseluruhan, latihan bersama ini membawa makna ganda, yaitu memperdalam kepercayaan strategis dan persahabatan tradisional antarmiliter, sekaligus memperkuat kemampuan respons praktis dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim bersama.
Selain dengan Singapura, China juga rutin menggelar latihan militer serupa dengan negara-negara tetangga lainnya di kawasan, seperti Thailand, Kamboja, dan Laos. (PN)
