TNI AU Masih Menunggu Pesawat Tanker Il-78MK-90A, Program Pengadaan di Kemhan

Pesawat tanker Il-78MK-90A.ROE
Pesawat tanker Il-78MK-90A.

AIRSPACE REVIEW – TNI Angkatan Udara (TNI AU) masih menunggu informasi lebih lanjut terkait rencana akuisisi pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A dari Rusia.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa seluruh program pengadaan alutsista berada di ranah Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

“Ah, kita masih menunggu. Tanya saja ke Kemhan,” ujar Kasau tersenyum simpul menjawab pertanyaan awak media mengenai kelanjutan proyek pengadaan pesawat tersebut.

Rusia Telah Menerima Proposal Indonesia

Media Rusia sebelumnya memberitakan bahwa Kremlin telah menerima proposal akuisisi sistem persenjataan dari Jakarta, termasuk pesawat tanker Il-78MK-90A buatan United Aircraft Corporation (UAC) ini.

Baca di Sini: Rusia terima pengajuan Indonesia untuk mengakuisisi jet tanker Ilyushin Il-78MK-90A

Langkah tersebut diambil guna memperkuat kapasitas pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling/AAR) TNI AU.

Il-78MK-90A merupakan varian modernisasi berbasis platform Il-76MD-90A yang dilengkapi mesin turbofan PS-90A-76 berkinerja tinggi. Pesawat ini menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik, jarak jelajah lebih jauh, serta sistem avionik modern berbasis glass cockpit.

Bisa untuk AAR Jet Tempur Rafale

Secara teknis, Il-78MK-90A mengusung sistem probe-and-drogue menggunakan pod pengisian bahan bakar UPAZ-1M. Sistem ini mengalirkan bahan bakar melalui selang dan keranjang (drogue) yang kompatibel langsung dengan jet tempur yang memiliki refueling probe.

Fitur probe-and-drogue tersebut kompatibel dengan armada jet tempur TNI AU asal Rusia seperti Su-27SKM dan Su-30MK2. Selain itu, sistem tersebut juga fleksibel untuk melayani jet tempur buatan Barat yang menggunakan metode serupa, seperti Dassault Rafale asal Prancis.

Bukti operasional kompatibilitas ini terlihat dalam penerbangan feri Angkatan Udara India (IAF) menuju latihan bersama Exercise Pitch Black 2026 di Darwin, Australia.

Dalam misi tersebut, pesawat tanker Il-78MKI milik IAF telah menunggu lebih dulu dan beroperasi langsung dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, untuk melakukan AAR terhadap armada Rafale IAF di ruang udara Indonesia.

Beragam Opsi

Pengoperasian Il-78MKI di Juanda menunjukkan keandalan platform Ilyushin dalam melayani jet tempur generasi terbaru buatan Prancis.

Rekam jejak operasional ini menjadi referensi teknis penting bagi TNI AU yang juga mengoperasikan armada Rafale sekaligus mempertimbangkan pengadaan Il-78MK-90A.

Kebutuhan akan pesawat tanker kelas berat semakin krusial bagi TNI AU untuk mendukung daya jangkau operasional armada tempur di seluruh kawasan Nusantara.

Pengadaan ini diharapkan mampu memperluas radius patroli udara secara signifikan. Tidak hanya dari Rusia, opsi pengadaan pesawat tanker untuk TNI AU juga dari produsen dari negara-negara Barat.

Hingga kini, proses evaluasi teknis dan skema pendanaan proyek tersebut masih terus berjalan di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan RI. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *