Jepang Ajukan Rekor Anggaran Pertahanan Rp961 Triliun untuk Tahun Fiskal 2027

MQ-9B SeaGuardianGA-ASI
MQ-9B SeaGuardian.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Jepang telah mengajukan anggaran belanja pertahanan sebesar 8,9 triliun yen (sekitar Rp961 triliun) untuk tahun fiskal 2027. Pengajuan rekor ini merupakan langkah terbaru Tokyo dalam memperkuat serta memperluas kapabilitas militer negara tersebut.

Berdasarkan laporan media lokal 47NEWS pada 7 Agustus dari beberapa pejabat pemerintah, pengajuan ini akan menjadi anggaran pertahanan terbesar sepanjang sejarah Jepang jika disetujui secara penuh oleh parlemen.

Namun, jumlah akhir tersebut diperkirakan masih bisa melonjak. Kementerian Pertahanan berencana menyertakan sejumlah item anggaran tanpa menyantumkan besaran nominal pasti terlebih dahulu, sehingga kebutuhan dana baru ditetapkan kemudian dalam proses penyusunan anggaran.

Seorang pejabat senior pemerintah menyebutkan bahwa total belanja pertahanan akhir Jepang berpotensi menyentuh angka 10 triliun yen (sekitar 67,57 miliar dolar AS).

Fokus pada Drone Pencegat dan Kecerdasan Buatan

Salah satu prioritas utama penggunaan anggaran 2027 adalah pengembangan kapabilitas tempur modern.

Kementerian Pertahanan Jepang mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan drone pencegat (interceptor drone) guna mengantisipasi ancaman sistem nirawak musuh yang terus meningkat.

Selain teknologi drone, Jepang menargetkan perluasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada komando dan kendali Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF).

Tokyo menilai kombinasi sistem nirawak dan teknologi AI sebagai kunci utama dalam menyesuaikan doktrin militer terhadap perubahan karakter perang modern.

Pengajuan anggaran ini juga selaras dengan rencana jangka panjang pertahanan Jepang periode tahun fiskal 2023–2027, yang menargetkan total alokasi anggaran militer hingga 43 triliun yen (sekitar Rp4.850 triliun).

Mendorong Industri Pertahanan Dalam Negeri

Peningkatan anggaran pertahanan ini dirancang sekaligus untuk memperkuat basis industri militer domestik.

Mulai tahun fiskal 2027, Kementerian Pertahanan Jepang akan memberikan informasi awal terkait estimasi volume pengadaan senjata, amunisi, serta drone kepada perusahaan-perusahaan swasta dalam negeri.

Baca Juga: Bendung kekuatan China, Jepang bakal kerahkan drone pengintai canggih di Pasifik

Pemberian skema informasi awal ini bertujuan memudahkan para kontraktor pertahanan menyusun rencana bisnis jangka menengah dan panjang, mendorong investasi modal baru, serta menarik partisipasi pemain industri baru ke sektor pertahanan.

Langkah ini diharapkan dapat memperbesar kapasitas produksi dalam negeri dan memastikan ketahanan operasi militer Jepang dalam jangka panjang. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *