Pesan 12 AH-64E v6 Baru, US Army Tegaskan Apache Tetap Relevan di Medan Modern
US ArmyAIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) berencana melanjutkan pengadaan helikopter serang Apache Guardian. Langkah ini ditandai dengan pengajuan pembelian 12 unit baru Boeing AH-64E v6 (version 6) senilai 1,3 miliar USD dalam proposal anggaran Tahun Anggaran (TA) 2027.
Paket pembelian mencakup unit helikopter, mesin cadangan, sistem misi, suku cadang, hingga peralatan pendukung operasional.
Keputusan ini menjadi pembalik kebijakan dari anggaran TA 2026, saat US Army sempat menghentikan alokasi pembelian helikopter serang Apache baru.
Sensor Mutakhir dan Kendali Drone
Langkah pengadaan ulang tersebut menegaskan bahwa AH-64E tetap dipandang sebagai platform krusial untuk operasi serangan, pengintaian bersenjata, dan dukungan udara jarak dekat.
Seluruh unit baru akan dikirimkan dalam spesifikasi AH-64E Apache Guardian Version 6 (v6), varian paling modern dalam lini keluarga Apache.
Varian ini dibekali sensor mutakhir, sistem komunikasi canggih, peningkatan jangkauan perang elektronik, serta kapabilitas integrasi jaringan tempur yang lebih luas. Fitur unggulan varian ini adalah kemampuan awak kokpit untuk mengendalikan pesawat nirawak (drone) secara langsung dari udara.
Dari segi performa, Apache v6 disokong mesin General Electric T700-GE-701D, transmisi yang diperkuat, bilah rotor material komposit, serta arsitektur digital terintegrasi. Peningkatan ini memberi dorongan signifikan pada kapasitas muatan, keandalan, dan efisiensi di berbagai medan tempur.
Belajar dari Perang Ukraina
Pembelian oleh US Army ini dilakukan di tengah evaluasi global terhadap efektivitas helikopter serang pada perang modern berintensitas tinggi. Pengalaman tempur di Ukraina memperlihatkan tingginya risiko helikopter terhadap ancaman pertahanan udara modern, jaringan drone, dan sistem perang elektronik.
Kendati demikian, US Army meyakini Apache tetap relevan jika diintegrasikan dengan drone pendamping, amunisi presisi jarak jauh, dan doktrin tempur baru.
Info Lain: China kembangkan helikopter serang baru Z-21, diklaim lebih kuat dari AH-64E Apache AS
Pasar internasional untuk AH-64E juga terus menunjukkan tren positif dari berbagai negara sekutu AS. Polandia, Australia, dan Maroko telah memulai proses integrasi Apache v6, sementara Israel mendapatkan otorisasi perluasan armada.
Saat ini US Army mengoperasikan armada Apache terbesar di dunia, mencakup sekitar 590 unit AH-64E dan 160 unit AH-64D.
Program modernisasi ini ditujukan untuk menggantikan varian lama secara bertahap guna mempertahankan kesiapan tempur armada penerbangan Angkatan Darat AS. (RW)
