Fokus Tingkatkan Su-30MKI dan Kembangkan AMCA, India Disebut Menolak Su-57E

Su-57Istimewa
Jet tempur Su-57 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah India secara resmi menyatakan tidak berniat mengakuisisi jet tempur generasi kelima Rusia, Su-57E, dan akan fokus untuk meningkatkan jet Su-30MKI yang sudah dimiliki serta melanjutkan pengembangan jet tempur siluman dalam negeri Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).

Hal itu dikatakan Sekretaris Pertahanan India, Rajesh Kumar Singh, seperti dilaporkan surat kabar Ukraina, Kyiv Post.

Meskipun Moskow menawarkan skema lisensi produksi lokal dan transfer teknologi secara penuh, India tetap pada pendiriannya. Keputusan ini diambil setelah kegagalan kerja sama program Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA) antara kedua negara beberapa tahun lalu, lapor media tersebut.

Pada 2018, India mengundurkan diri dari program bersama yang diinisiasi sejak 2010 tersebut akibat kekhawatiran terkait kemampuan siluman Su-57, sistem peperangan elektronik, keterbatasan transfer teknologi, serta lonjakan biaya dan penundaan jadwal. Dengan penolakan dari India ini, Aljazair menjadi satu-satunya pelanggan ekspor Su-57E yang teridentifikasi secara publik sejauh ini.

Baca Juga: Putin tawarkan kerja sama produksi jet tempur Su-57 kepada India tanpa batasan

Dibandingkan membeli jet tempur anyar dari luar negeri, Angkatan Udara India lebih memilih untuk mengalokasikan sumber dayanya guna memperkuat sekitar 260 unit Su-30MKI yang kini menjadi tulang punggung pertahanan udaranya.

Proyek modernisasi besar-besaran yang dikenal sebagai program Super Sukhoi ini mencakup pembaruan sistem avionik, peralatan peperangan elektronik, persenjataan, hingga sistem navigasi mutakhir.

Selain modernisasi armada lama, Kementerian Pertahanan India juga telah memesan 12 unit Su-30MKI tambahan dari produsen lokal Hindustan Aeronautics Limited (HAL) dengan nilai kontrak mencapai 135 miliar rupee (sekitar 1,42 miliar dolar AS).

Kerja Sama Pertahanan Tetap Dilanjutkan

Kendati menolak Su-57E, langkah ini tidak serta-merta memutus hubungan kerja sama pertahanan antara India dan Rusia. India masih mengoperasikan berbagai alutsista buatan Rusia, mulai dari pesawat tempur, kapal selam, tank, hingga sistem pertahanan udara, serta terus melanjutkan proyek bersama seperti rudal jelajah BrahMos.

Namun, para analis menilai bahwa meningkatnya ketergantungan ekonomi Rusia kepada China, yang merupakan rival strategis India, membuat New Delhi semakin berhati-hati dan enggan menggantungkan kebutuhan pertahanan masa depannya secara berlebihan kepada Moskow.

Baca Juga: Peluang Su-57 di India meningkat, transfer teknologi dan mesin baru jadi daya pikat

Di luar sektor militer, kemitraan kedua negara juga tetap terjalin erat di bidang energi. Sebagai negara pengimpor minyak terbesar ketiga di dunia, India terus membeli minyak mentah dari Rusia di tengah gelombang sanksi Uni Eropa dan krisis bahan bakar domestik Rusia akibat serangan Ukraina.

Bahkan, laporan terbaru menunjukkan bahwa Rusia sempat mengimpor puluhan ribu ton bensin dari India dan Kazakhstan untuk menutupi kekurangan pasokan dalam negerinya, sementara India tetap menjaga keseimbangan strategisnya di tengah dinamika geopolitik global.

Hingga saat ini belum ada tanggapan secara resmi dikeluarkan oleh pihak Rusia. (ON)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *