Serangan rudal Ukraina meningkat, Rusia kerahkan pesawat A-50U AEW&C setiap hari
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Rusia kini mulai mengoperasikan pesawat peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) Beriev A-50U secara rutin setiap hari. Langkah strategis ini diambil sebagai tanggapan atas meningkatnya ancaman serangan rudal jelajah dari pihak Ukraina terhadap berbagai wilayah penting milik Rusia.
Berdasarkan analisis data dari komunitas analitis CyberBoroshno, yang meneliti lebih dari 1.600 laporan periode 4 Juni hingga 2 Agustus, terlihat adanya perubahan signifikan pada pola penerbangan armada pesawat pemantau tersebut.
Dikatakan, pada rentang waktu 4 hingga 22 Juni, aktivitas pengerahan pesawat A-50U untuk misi patroli tercatat sangat minim. Saat itu, pergerakan yang terdeteksi hanya terbatas pada pengoperasian kembali pesawat bernomor ekor “Red 47” pasca-perbaikan serta penerbangan rute Vorkuta–Olenya.
Baca Juga: Beriev A-50U, Pesawat AEW Rusia Berteknologi Serba Digital
Namun, intensitas operasional mulai meningkat tajam sejak 23 Juni. Satu unit A-50U mulai dikerahkan secara konsisten, sebagian besar pada malam hari, untuk melakukan misi patroli di kawasan belakang Rusia, terutama di wilayah Ulyanovsk dan Samara.
Sepanjang periode pengamatan tersebut, tercatat setidaknya ada sekitar 60 kali sorti penerbangan yang dilakukan oleh pesawat pencegat radar ini.
Strategi Penyebaran Pesawat
Peran A-50U makin vital pada 4 Juli ketika pesawat tersebut menjadi aset utama militer Rusia untuk menghalau serangan rudal jelajah Ukraina. Bersamaan dengan peningkatan ancaman tersebut, Rusia mengubah strategi penempatan armadanya.
Pangkalan udara di Ivanovo dan Ulyanovsk yang sebelumnya menjadi pangkalan utama penerbangan A-50U dihentikan penggunaannya. Rusia kemudian menyebarkan armada ini ke pangkalan udara yang berada jauh di wilayah dalam, seperti Bolshoye Savino di Perm, Orenburg-2, serta Chelyabinsk.
Baca Juga: Pasukan Ukraina mengklaim telah menembak jatuh pesawat A-50 Rusia di Atas Krasnodar Krai
Puncak dari pengerahan armada ini terjadi pada 7 Juli, ketika Rusia meluncurkan empat unit pesawat A-50U secara bersamaan.
Angka tersebut mencakup hampir seluruh armada A-50U yang berada dalam kondisi siap tempur. Perubahan pola dari yang semula pasif menjadi penerbangan harian dan penyebaran pangkalan ini menunjukkan upaya intensif Rusia dalam siaga tinggi demi melindungi wilayah udara dan infrastruktur mereka dari gempuran rudal Ukraina. (PN)
