Gandeng HD Hyundai, Peru kembangkan kapal selam HDS-MGP berbobot 1.500 ton
HD HyundaiAIRSPACE REVIEW – Perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, HD Hyundai Heavy Industries (HHI), bersama galangan kapal milik negara Peru, SIMA (Servicios Industriales de la Marina), resmi merancang konsep kapal selam generasi terbaru bernama HDS-MGP. Proyek ini disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan armada Angkatan Laut Peru (Marina de Guerra del Perú).
Setelah menyelesaikan tahap desain dasar (basic design), proyek ini kini resmi beralih ke tahap kualifikasi industri dan konstruksi. Langkah ini sekaligus meletakkan fondasi awal bagi lahirnya pusat (hub) pembuatan dan pemeliharaan kapal selam pertama di kawasan Amerika Latin.
Kapal selam HDS-MGP dirancang berdasarkan basis ekspor HDS-1500 milik HD Hyundai. Memiliki panjang 65 m dan bobot 1.500 ton, spesifikasi kapal selam ini telah disesuaikan secara khusus dengan pengalaman operasional Angkatan Laut Peru serta kondisi oseanografi di sepanjang pantai Samudra Pasifik.
Kemandirian Industri Pertahanan Peru
Selain untuk menggantikan armada kapal selam Peru yang sudah menua, proyek strategis ini juga menjadi penanda ambisi Peru dalam membangun kemandirian industri manufaktur pertahanan dalam negeri.
Kerja sama ini mempererat kemitraan antara HHI dan SIMA. Menyusul kontrak tahun 2024 untuk pembangunan empat kapal permukaan, kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan kapal selam dan memformalkannya melalui perjanjian pengembangan bersama (joint development agreement) pada akhir 2025.
Baca Juga: HD Hyundai kembali mendapatkan kontrak untuk membangun dua fregat bagi Angkatan Laut Filipina
Dalam kemitraan ini, HHI akan mendampingi SIMA dalam proses pembangunan, perawatan, hingga penyediaan dukungan teknis.
Tantangan Konstruksi dan Rantai Pasok
Meski berpotensi besar, peralihan ke produksi lokal di Peru menghadapi tantangan teknis yang tidak mudah.
Tidak seperti kapal permukaan, pembuatan lambung tekan (pressure hull) kapal selam jauh lebih rumit. Setiap bagian harus dibuat dalam beberapa seksi, diselaraskan, dan dilas dengan presisi sangat tinggi agar mampu menahan tekanan ekstrem di laut dalam.
Guna mencapai target jangka panjangnya, SIMA dinilai perlu mengembangkan berbagai kompetensi baru, seperti manajemen desain, kualifikasi pemasok, dokumentasi rekayasa, hingga dukungan siklus hidup (lifecycle support).
Tenaga Ahli Spesialis
Kebutuhan akan tenaga ahli spesialis seperti arsitek kapal selam, insinyur rekayasa akustik, dan integratris sistem tempur juga menjadi perhatian utama.
Pada tahap awal, komponen berteknologi tinggi seperti sistem sonar, sistem manajemen tempur (combat management system), hingga mesin penggerak masih akan diimpor dari luar negeri sebelum rantai pasok lokal siap mendukung penuh.
Baca Juga: Cetak biru terbit, Korea Selatan targetkan kapal selam nuklir pertama meluncur 2030-an
Jika program produksi lokal ini berhasil diwujudkan, Peru berpeluang besar menjadi pangkalan utama bagi konstruksi dan perawatan kapal selam di seluruh kawasan Amerika Latin. (PN)
