Prancis mengerahkan pesawat pemadam kebakaran Airbus A400M untuk pertama kalinya
Airbus Defence and SpaceAIRSPACE REVIEW – Guna mengatasi kebakaran hutan yang semakin parah di wilayah Gironde, Prancis akhirnya mengerahkan untuk pertama kalinya sebuah pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas.
Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, pada 23 Juli 2026 mengumumkan pengerahan A400M yang dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran eksperimental.
Kebakaran hutan yang melanda kawasan utara Basin Arcachon sejak 22 Juli 2026 telah membumiharuskan sekitar 30.000 hektar lahan. Pergerakan api yang kian mendekati wilayah aglomerasi Bordeaux memaksa otoritas setempat melakukan evakuasi massal di sejumlah komune.
Pengerahan ini menyusul kesepakatan pada 17 Juli antara Airbus Defence and Space, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Angkatan Bersenjata untuk mengintegrasikan kemampuan pelepasan bahan penghambat api pada A400M dalam jangka waktu transisi yang singkat, yaitu 14 hari.
Modul RORO
Digunakan sebagai wahana pemadam dari udara, A400M dilengkapi dengan modul Roll-on/Roll-off (RORO) yang dapat dilepas, berisi tangki internal berkapasitas 20.000 liter.
Sistem yang dapat diisi ulang di darat ini terintegrasi ke dalam rangka pesawat militer yang ada tanpa modifikasi struktural, memungkinkan konversi cepat antara misi pengangkutan udara taktis dan misi pemadam kebakaran udara berat.
Modul ini berisi tangki dengan kapasitas 20.000 liter, setara dengan 20 ton air atau bahan penghambat api, yang terhubung ke dua saluran keluar yang terletak di landasan kargo belakang.
Cairan dikeluarkan dengan gravitasi, bukan melalui sistem bertekanan yang kompleks, sehingga mengurangi jumlah peralatan permanen yang dibutuhkan di dalam pesawat.
Airbus merancang sistem ini agar seluruh muatan dapat keluar dari pesawat dalam waktu kurang dari 10 detik, menciptakan pola di darat yang berkelanjutan, bukan beberapa area benturan yang terpisah.
Tangki dapat diisi ulang dalam waktu kurang dari sepuluh menit menggunakan pompa darat standar.
Setelah modul tersebut dilepas, A400M dapat kembali melakukan misi pengangkutan udara strategis, transportasi taktis, pengiriman pasukan terjun payung, evakuasi medis, atau pengisian bahan bakar.
Mulai Diuji Pada 2022
Airbus mulai memvalidasi konsep ‘Atlas Pemadam’ pada Juli 2022, ketika sebuah A400M melakukan pelepasan bahan pemadam api pada ketinggian rendah dengan dukungan dari Grup ke-43 Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol.
Selama penerbangan tersebut, pesawat melepaskan 20 ton bahan pemadam api saat terbang dengan kecepatan sekitar 230 km/jam, pada ketinggian sekitar 45 m.
Sementara, Prancis melakukan evaluasi lanjutan di Bandara Nîmes-Garons pada April 2025 dengan Direktorat Jenderal Keamanan Sipil dan Manajemen Krisis (DGSCGC) dan Pusat Pengujian dan Penelitian Entente-Valabre.
Beberapa uji coba dilakukan di bawah ketinggian 30 m dengan kecepatan lebih dari 60 meter per detik.
Uji coba tersebut mengukur konsentrasi bahan penghambat api, kontinuitas garis, akurasi pelepasan, stabilitas pesawat, dan beban kerja pilot.
Dalam kondisi yang sesuai, satu kali pelepasan bahan pemadam dapat menghasilkan garis penghambat api sepanjang 400 hingga 500 m dan lebar hampir 100 m, meliputi area seluas 40.000 hingga 50.000 meter persegi.
Kehadiran satu A400M ini turut membantu selusin pesawat pemadam amfibi CL-415 dan delapan pesawat Dash-8 dan sejumlah helikopter. (RBS)
