Tahan hantaman drone 200 kg, Rusia ciptakan jaring raksasa untuk lindungi kilang minyak

Jaring antidrone pelindung kilang minyakTelegram
Jaring antidrone pelindung kilang minyak.

AIRSPACE REVIEW – Menghadapi ancaman serangan pesawat tanpa awak (drone) yang kian intensif, Rusia telah mengembangkan sistem perlindungan fisik baru berbentuk jaring raksasa logam modular yang diberi nama “Web” (Jaring). Inovasi ini dirancang khusus untuk melindungi berbagai objek infrastruktur kritis, terutama kilang minyak dan fasilitas energi, dari hantaman drone tempur.

Struktur pelindung ini dikembangkan oleh perusahaan RT-Project Technologies yang bekerja sama dengan Standard-Elektrik. Produk ini pertama kali dipresentasikan dalam sebuah acara tertutup yang digelar di wilayah Tver, Rusia.

Pihak produsen mengklaim bahwa dalam versi dasarnya, modul “Web” ini memiliki daya tahan yang luar biasa. Struktur jaring logam ini dirancang untuk mampu menahan benturan langsung dari drone dengan berat mencapai 200 kg yang melaju dengan kecepatan hingga 250 km/jam.

Selain difokuskan untuk melindungi fasilitas penyimpanan minyak bumi, sistem pertahanan pasif ini juga disiapkan untuk menjaga gardu induk listrik serta infrastruktur vital negara lainnya.

Tanpa Proses Pengelasan

Struktur “Web” terdiri dari kolom penyangga beban, jaringan kabel daya (power network), dan elemen pendukung lainnya. Sistem ini memiliki beberapa keunggulan teknis yang menarik.

Pemasangan seluruh struktur murni menggunakan sambungan baut (bolted joints) tanpa pengelasan. Hal ini membuat proses instalasi dapat dilakukan di ruang terbatas dan di area dengan risiko kebakaran tinggi (seperti kilang minyak) dengan jauh lebih aman dan cepat, sekaligus menekan biaya operasional.

Baca Juga: Rusia kembangkan jaring antidrone Darwin-Z yang bisa menutup diri sendiri setelah terkena ledakan

Semua material logam telah dilapisi perlindungan antikarat di pabrik menggunakan metode hot-dip galvanizing (galvanisasi celup panas) agar tahan terhadap cuaca ekstrem.

Sistem “Web” diklaim mampu melindungi fasilitas dengan ketinggian lebih dari 25 meter dan dapat dikonfigurasi untuk menutup area dengan luas berapa pun.

Sudah Mulai Diuji Coba

Hingga saat ini, struktur pelindung “Web” telah melewati serangkaian uji lapangan untuk menguji stabilitas seismiknya (ketahanan terhadap guncangan).

Sementara itu, pengujian intensif terhadap berbagai jenis serangan drone masih terus berjalan di lokasi uji coba.

Baca Juga: Meniru tapi berinovasi, China kembangkan perisai antidrone yang dapat dilipat

Saat ini, proyek “Jaring” tidak lagi sekadar di atas kertas. Pemerintah Rusia dilaporkan sudah memulai tahap operasi uji coba (trial operation) dengan memasang struktur pelindung ini di beberapa fasilitas bahan bakar dan energi terpilih untuk melihat efektivitasnya secara langsung di lapangan.

Langkah ini mempertegas strategi Rusia yang kini fokus memperketat keamanan domestik mereka, menyusul bocornya dokumen rahasia milik perusahaan raksasa Rosneft awal tahun ini mengenai rencana perlindungan fisik infrastruktur dari ancaman drone. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *